Pena Nusantara | Bondowoso -- Sejumlah siswa menyantap menu makanan saat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di TK dan KB Al Hidayah Cermee, Rabu (15/04/26)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk mengentaskan kelaparan, stunting, juga perbaikan gizi masyarakat Indonesia khususnya anak-anak dan ibu hamil, sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Kandungan gizi dalam menu MBG harus seimbang, meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, dan air.
Sejak program ini diluncurkan bertahap, MBG terus memberikan layanan dan makanan bergizi bagi anak-anak di berbagai daerah di Indonesia.
Hingga kini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Cermee 1 Yayasan Tanduk Majeng Raya yang kini telah melayani 1008 penerima MBG.
Seperti misalnya di Kabupaten Bondowoso Program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto itu disajikan dan dinikmati setiap hari oleh siswa dan ibu hamil melalui dapur-dapur yang telah ditunjuk.
Sejumlah pelajar menunjukkan makanan dan minuman program Makan Bergizi Gratis.
Alfian Aslap Dapur Cermee 1 Yayasan Tanduk Majeng Raya mengatakan, menu MBG bagi ratusan siswa di sekolah disajikan dengan menu yang berbeda setiap harinya.
Menu MBG yang disajikan setiap hari itu sudah memenuhi kebutuhan gizi para siswa.
"Menunya setiap hari berbeda, seperti nasi, ayam goreng, tumis-tumisan, dan buah. Sepertinya, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak," kata Alfian, kepada wartawan.
Alfian berharap, program MBG ini dapat membantu siswa mendapatkan asupan makanan bergizi untuk mendukung kesehatan dan perkembangan mereka.
"Sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus berkomunikasi agar menu menu yang disajikan dapat dinikmati dan siswa mendapatkan asupan gizi yang sesuai," ujarnya.
"Kandung gizi, seperti protein, karbohidrat, dan vitamin dalam satu menu sudah cukup. Wajib diperhatikan juga, dengan bahan bakunya.
Dapur MBG Cermee 1 Yayasan Majeng Raya, ruangan khusus untuk proses pengemasan menu MBG, ruang masak, gudang material beku, gudang material kering, ruang alat kebersihan, ruang penyiapan daging dan ikan, serta ruang penyiapan sayur dan buah, "pungkasnya
lanjut Alfian, keberadaan petugas, seperti koki, ahli gizi, pemasok bahan baku di setiap dapur MBG wajib yang profesional sesuai bidang dan keahliannya.
Alfian menambahkan, sistem distribusi menu MBG mulai dari pengolahan, hingga sampai dinikmati oleh siswa kami perhitungkan dengan baik. "Termasuk juga wadah atau tempat untuk menunya harus yang sesuai standar badan gizi, "tutupnya
(Rudi)

0 Komentar