Pena Nusantara |Pontianak, Kalbar Warga dan toko masyarakat datangi kantor PT.Wika Jalan Khatulistiwa Kelurahan Batulayang Kecamatan Pontianak Utara kedatangan mempertayakan langkah,tindakan pembersihan dan pengendalian dampak dari matrial tanah yang berceceran di jalan yg mengakibatkan sepanjang jalan kelokasi proyek becek dan berlumpur. Jum'at (10/04/26)
Sejak kegiatan proyek Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di jalan Flora berjalan warga sudah keluhkan dampak dari aktivitas kendaraan yang mengangkut material tanah timbunan,pada saat dimusim hujan jalan becek,berlumpur dan licin,dimusim panas berdebu.
sehingga segala aktivitas masyarakat,warung - warung serta rumah warga kotor dan kumuh.
" Sepertinya kami sebagai warga dipaksa menanggung kerugian dampak tampa ada solusi. Ungkap warga dengan nada geram
Selain itu juga masyarakat mempertanyakan mobil-mobil Trailer ban 14/22 keluar masuk dengan beban muatan tiang pancang juga mobil box Kontainer yang berat dirasakan sangat menggangu aktivitas kegiatan masyarakat ,saat siswa siswi SD negeri 24.SMP 29,SMA 12,dan MAN 2 jam masuk dan jam pulang sekolah.
Warga juga merasa heran dan bingung mobil Trailer dan box kontaine,kok bisa masuk jalan pemukiman dengan tonase beban muatan berat dengan kondisi jalan dengan tekanan dan kekuatan jalan yang dilalui,yang sempit rawan kecelakaan,keselamatan bagi bagi penguna jalan. "Ucap warga.
Diartur melalui Peraturan Walikota (Perwa) Nomor 48 tahun 2016 tentang ketentuan pengoprasian kendaraan bermotor dalam wilayah kota Pontianak kendaraan berat seperti Tronton ,Trailer panjang >6 m ) dilarang masuk jalan pemukiman,lingkungan masyarakat.
Serta UU nomor. 22 tahun 2009 pasal 19 yg telah diatur pembagiaan kelas jalan 1,11,111 dan khusus.
Tidak hanya itu dan sangat ironis sekali dengan minimya koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat, RT/RW warga menilai pihak pelaksana kegiatan proyek Sekolah Rakyat (SR) mengaikan keberaadaan masyarakat dan acuh.
sampai berita ini tim wartawan beritakan pihak Pelaksana Proyek PT.WIKA belum bisa di temui.
Sumber : Tim Investigasi Redaksi
Syaiful/Red

0 Komentar