Pena Nusantara|Kubu Raya, Kalbar - Pekerjaan BWSK 1 Kalbar kembali bermasalah. Proyek turap, milik Hendrikus,
di Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, dianggap masyarakat menyimpang dari aturan main proyek.
" Ini paket siluman mas. Papan plang proyek nol, anggaran berapa, waktu pelaksanaan kapan dan kontraktornya siapa, semuanya tidak jelas. Celah dan peluang kolusi maupun korupsi begitu kental. Perlu penyelidikan yang lebih dalam, "salah seorang warga sekitar saat di temui awak media,Selasa (07/04/26)
Tanpa permisi, katanya, tiba-tiba para tukang langsung kerja. Grup pengelola tidak ada satupun yang nongol dilokasi. Itulah awal kecurigaan kami hingga memunculkan image negatif dilingkaran pelaksana maupun BWSK 1 selaku pengelola.
Sewaktu Tim Investigasi terjun ke lapangan, itu tidak ada pasang papan pelang proyek akan tetapi berita banyak mencuat ke permukaan baru di pasang papan pelang proyek.
Warga tadi meminta agar Hendrikus dan PPK diperiksa guna menghindari bentuk kong kali kong yang sangat merugikan keuangan negara. " Kami harap mereka berdua diselidiki sebagai antisipasi kebocoran anggaran, " pintanya tegas.
Dilapangan, salah satu pekerja menjelaskan, kegiatan baru dimulai. Dan proyek turap ini ada dua, satunya di Parit Penjara. Pelaksananya juga Hendrikus. Jadi dua-duanya dia yang handle. Soal lainnya kita tidak tahu.
Sementara pihak Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 termasuk pelaksana, terlalu sulit untuk dihubungi. Menurut info yang bisa dipercaya, mereka berdua sembunyi sambil telpon-telponan.
Sumber : Tim Investigasi Redaksi
Syaiful/Red

0 Komentar