Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Don Yunus Wahyudi bersama Ketua IWB Arbi Arbain Bahas Masa Depan Banyuwangi Bebas Korupsi dan KKN


Pena Nusantara | Banyuwangi
– Figur aktivis senior Harimau Blambangan, Don Yunus Wahyudi, bersama Ketua IWB Arbi Arbain, Dofer yang dikenal dengan Pasopati Jatim, serta rekan-rekan seperjuangan, menggelar diskusi interaktif bertajuk "Perubahan Banyuwangi". Acara yang berlangsung hangat namun mendalam ini digelar di kediaman Bang Amirkan.
 
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan wadah diskusi strategis yang menyoroti berbagai aspek penting terkait arah pembangunan dan tata kelola pemerintahan Kabupaten Banyuwangi ke depannya. selasa (14/4/2026).
 
Dalam kesempatan tersebut, dibahas pula rencana aksi solidaritas dan pengawalan aspirasi masyarakat. Sebagai bentuk keseriusan dalam memperjuangkan keadilan, akan dilaksanakan demonstrasi menuju Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung pada tanggal 26 mendatang. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari diskusi intens yang sebelumnya juga telah berlangsung di lokasi yang sama.
 
Salah satu kasus yang turut disorot tajam adalah dugaan perkara pengadaan makan minum (mamin) fiktif dengan tersangka berinisial NH. Hingga saat ini, kasus tersebut menjadi sorotan publik karena belum adanya langkah penahanan dari pihak Kejaksaan Negeri Banyuwangi, meskipun status tersangka telah resmi ditetapkan.
 
Dalam suasana yang akrab namun tetap serius, para tokoh masyarakat ini menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perubahan menuju arah yang lebih baik.
 
Poin utama yang menjadi fokus perbincangan adalah upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan jauh dari praktik-praktik buruk yang selama ini merugikan masyarakat. Don Yunus Wahyudi menekankan bahwa perubahan nyata hanya bisa terjadi jika sistem pemerintahan dibersihkan dari segala bentuk tindakan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
 
"Pokok e wani! Kita menginginkan Banyuwangi yang maju, namun kemajuan itu harus dibangun di atas fondasi kejujuran. Pemerintahan harus bersih dari korupsi dan KKN, agar anggaran negara benar-benar dinikmati oleh rakyat, bukan hanya dinikmati segelintir orang," tegas Don Yunus dengan penuh semangat.
 
Diskusi ini menjadi bukti nyata kepedulian para tokoh masyarakat terhadap kondisi banyuwangi. Mereka berharap, semangat perubahan ini dapat menginspirasi seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintahan untuk bekerja secara profesional, amanah, dan bebas dari praktik-praktik kotor.

(Hidayat/rudi)

Posting Komentar

0 Komentar