Pena Nusantara | Banyuwangi – Penanganan dugaan kasus korupsi yang menyeret nama Nafiul Huda kembali memanas di ruang publik. Bukan karena adanya perkembangan baru, melainkan justru karena belum adanya kejelasan hingga saat ini.
Waktu terus berjalan, namun publik belum melihat langkah hukum yang konkret. Kondisi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah proses hukum benar-benar berjalan, atau justru berhenti tanpa arah yang pasti?
Minimnya informasi dari pihak berwenang membuat ruang publik dipenuhi berbagai spekulasi. Dalam situasi yang serba tidak jelas ini, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum mulai diuji.
Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, menegaskan bahwa pihaknya telah mengikuti kasus tersebut sejak awal.
“Kasus NH ini sudah kami ikuti sejak awal. Bahkan hingga saat ini, kami belum melihat adanya tindakan yang jelas dari pihak Kejari Banyuwangi. Ini bukan hanya soal lambat, tapi sudah menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk kontrol sosial, bukan tuduhan sepihak
“Kami tidak menuduh siapa pun. Tapi publik berhak tahu. Ketika sebuah kasus tidak kunjung jelas arahnya, maka wajar jika muncul berbagai persepsi di masyarakat,” ujarnya.
Abi juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik.
“Kalau memang ada proses hukum, sampaikan secara terbuka. Jika ada kendala, jelaskan. Jangan diam. Karena diam justru akan memperkuat kecurigaan,” lanjut abi arbain yang getol suara anti korupsi
Sejumlah warga juga mengungkapkan keresahan serupa. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan transparan tanpa pandang bulu.
“Kalau memang ada pelanggaran, ya harus diproses. Jangan sampai hukum terlihat tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” ujar Muji Mulyo warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejaksaan Negeri Banyuwangi terkait perkembangan terbaru kasus tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media juga belum mendapatkan respons.
Situasi ini membuat publik terus menanti kepastian. Di tengah ketidakjelasan yang berlarut-larut, satu pertanyaan pun menguat.
(Tim)

0 Komentar