Pena Nusantara | Lebak Banten -- Dua awak media berinisial Mrwn (XBintang Indo) dan Fal (Faktual.news) mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari dewan guru, staf dan bahkan penjaga sekolah di SMAN 1 Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Bahkan nyaris berujung dengan upaya penyanderaan terhadap keduanya ketika hendak meninggalkan halaman sekolah tersebut. Pada selasa(28/04/2026).
"Kami sempat ditahan oleh beberapa orang guru dan staf sekolah bahkan penjaga agar kami tidak meninggalkan halaman sekolah. Mereka mengintimidasi dan berteriak teriak agar memeriksa identitas kami dan meminta rekan lainnya untuk mengunci pintu gerbang sebagai upaya untuk menahan dan menyandera kami," gusar Mrwn, salah satu awak media yang menjadi korban.
Mrwn menjelaskan, selasa 28 April sekira pukul 8.00 pagi, Ia dan rekannya Fal kembali untuk yang kesekian kalinya mendatangi SMAN 1 Panggarangan dengan tujuan menjalankan tugas jurnalistiknya untuk melakukan konfirmasi dan ingin mendapatkan penjelasan serta menyampaikan terkait informasi kepada pihak sekolah. Namun upaya itu menemui jalan buntu karena pihak yang ingin ditemui (Kepsek) selalu tidak ada ditempat, sehingga ia meminta kepada rekan guru dan staf lainnya untuk menghubungi dan menyampaikannya kepada Kepala sekolah. Namun justru niatan dari kedua awak media tersebut disalah artikan dan keduanya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.
Rus, sebagai saksi yang juga rekan kerja korban yang pada saat kejadian berada tidak jauh dari lokasi tersebut menyatakan bahwa dirinya merasa kaget sekaligus tidak percaya dengan sikap arogansi dari para tenaga pendidik di sekolah tersebut yang seperti preman saja.
"Saya berada di mobil, tidak jauh dari tempat kejadian, saya menyaksikan langsung kejadian tersebut dimana rekan kami diperlakukan seperti itu. Mereka sempat menahan rekan kami dan ingin menggeledah serta memeriksa identitas.
Jujur, saya sangat menyayangkan kejadian tersebut, apalagi dilakukan oleh para tenaga pendidik, sungguh ironis. Saya berharap semoga ini menjadi pembelajaran berharga dan tidak terulang lagi," ucapnya.
Kata Rus, peristiwa seperti ini menambah daftar panjang dugaan sikap anti-kritik di lingkungan pendidikan. Alih-alih terbuka terhadap klarifikasi, pihak sekolah justru menunjukkan sikap defensif yang berujung pada tindakan yang dinilai berlebihan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SMAN 1 Panggarangan terkait insiden tersebut. Dan awak media masih terus berupaya untuk mendapatkan klarifikasi dan penjelasan.
(Ng_Rs)

0 Komentar