Pena Nusantara| BAKAUHENI – Menjelang periode angkutan Lebaran 1447 H (2026), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni mematangkan berbagai persiapan untuk melayani para pemudik. Salah satu kebijakan krusial yang akan diterapkan adalah pemberlakuan tarif tunggal (single tarif) selama periode puncak arus balik.
General Manager ASDP Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menyederhanakan layanan dan mengoptimalkan kapasitas dermaga.
"Tahun ini kita akan memberlakukan satu tarif. Artinya, tarif eksekutif akan kita berlakukan menjadi reguler di seluruh tujuh dermaga yang kami miliki. Kebijakan ini berlaku selama periode arus balik, mulai tanggal 23 hingga 29 Maret," ujar Partogi dalam acara jumpa pers dan silaturahmi bersama media di Bakauheni.
Terkait kesiapan infrastruktur, Partogi memastikan seluruh armada kapal dalam kondisi prima. ASDP telah melakukan ramcheck dan pengujian kelayakan kapal bersama Kementerian Perhubungan.
"Alhamdulillah, seluruh kapal kami dinyatakan laik laut dan siap melayani angkutan Lebaran. Dari sisi pelabuhan, kami juga telah memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM)," tambahnya. Untuk dermaga eksekutif, ASDP menyiapkan 6 kapal dengan standar ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) yang lebih cepat dibanding layanan reguler.
ASDP memprediksi akan terjadi kenaikan jumlah pengguna jasa sebesar 2,1% untuk penumpang pejalan kaki dan 1,8% untuk kendaraan roda empat. Guna mengantisipasi penumpukan, ASDP menyiapkan beberapa strategi:
1. Prioritas Dermaga: Penumpang pejalan kaki akan diprioritaskan di Dermaga 1, 2, dan 3 yang memiliki koneksi akses lebih baik.
2. Layanan Shuttle Bus: Jika terjadi kepadatan, ASDP menyediakan shuttle bus untuk mendistribusikan penumpang ke Dermaga 4, 5, dan 6.
3. Skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB): Untuk mempercepat pergerakan kapal saat trafik sangat padat, skema TBB akan diterapkan. Kapal yang tiba dari Merak akan langsung membongkar muatan di Bakauheni dan segera kembali ke Merak tanpa memuat penumpang (kosong) guna menjemput antrean di sisi seberang.
Menanggapi isu praktik percaloan yang kerap muncul saat musim mudik, Partogi menegaskan bahwa pihaknya terus mengevaluasi sistem geofencing dan screening di setiap buffer zone.
"Kami melakukan penguatan pada sistem geofencing untuk memastikan pembelian tiket hanya bisa dilakukan secara resmi dan meminimalisir celah bagi para calo," tegasnya.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi lintas sektoral, ASDP Bakauheni optimis dapat memberikan layanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh masyarakat yang merayakan Idul Fitri 1447 H. (Roy Shandy)

0 Komentar