Pena Nusantara | Bondowoso -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dijalankan di Kabupaten Bondowoso
TK Pertiwi 02 Rejoagung Kecamatan Sumberwringin Bondowoso menjadi salah satu satuan pendidikan yang menerima manfaat program nasional tersebut. Sebanyak 36 siswa antusias saat menyantap makanan bergizi yang disediakan, dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.
Kepala Sekolah TK Pertiwi Kurotuaini, S. Sp menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya program MBG di lembaganya. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan penyaluran makanan bergizi telah disampaikan sebelumnya oleh koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Hidayah Rejoagung, yang menjadi unit pelaksana di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah senang sekali sekolah kami menjadi salah satu yang mendapat manfaat MBG dari pemerintah. Kami menerima informasi lengkap dari koordinator SPPG, mulai data siswa, jadwal penyaluran, hingga waktu makan siang yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah,” jelas Kurotuaini
Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada para wali santri melalui grup kelas. Respons positif pun langsung terlihat dari para orang tua maupun siswa.
“Anak-anak sangat senang dan antusias saat menyantap makanannya. Suasananya sangat positif,” tambahnya.
Kegiatan penyaluran MBG di TK Pertiwi 02 Rejoagung turut didampingi oleh Babinsa Desa Rejoagung, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program yang menjadi prioritas nasional ini.
Kurotuaini berharap, program MBG ini dapat terus berlanjut dan tidak hanya berlangsung dalam satu bulan saja. Ia menilai program ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga mendukung pembentukan karakter anak melalui kebiasaan makan sehat.
“Bantuan makanan bergizi ini tentu sangat bermanfaat dan mendukung program 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salah satunya yaitu makan sehat dan bergizi,” tutupnya.
Untuk diketahui, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Di Kabupaten Bondowoso.
MBG bukan sekadar penyediaan makanan di sekolah, tetapi merupakan investasi negara dalam membangun generasi sehat dan berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.
(Rudi)

0 Komentar