Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kendal Kota Bisa Tenggelam, Air Sungai Mengalir Ke Kampung Dan Jalanan. Butuh Perhatian Pemprov Jateng


Pena Nusantara
| Kendal -- 
Kabupaten Kendal harus belajar dari pengalaman Kota Semarang yang pernah mengalami banjir bandang karena Sungai Banjir Kanal Barat digelontor air dari atas yang airnya kemana mana hingga wilayah Kampung sekitar bantaran sungai itu terendam air hingga satu meter lebih. 

Hal ini terjadi pada sekitar Tahun 1990 an. Dengan peristiwa itu, Pemkot Semarang melakukan Normalisasi Sungai dan hingga sekarang disetiap pintu Pembuangan Air dilengkapi dengan pompa-pompa agar tidak terjadi genangan air hujan maupun rob di perkampungan dan dataran rendah.

Bagai mengatasi masalah banjir Kendal yang hanya terlihat sepotong-sepotong dan upaya penanggulangan yang terkena bencana banjir, tetapi selama sungai-sungai di Kendal tidak dilakukan nurmalisasi dengan pengerukan dan tanggul yang kuat pada musim hujan pastilah Kendal akan mengalami banjir.

Dari catatan BPBD Kabupaten Kendal, hujan di bulan Januari 2026 pada pertengahan bulan sudah ada 5 Kecamatan dan 19 desa/kelurahan yang terendam banjir. Diantaranya, Kecamatan Kendal, Brangsong, Kaliwungu, Pegandon dan Kecamatan Ngampel.

Kepala Pusdalop BPBD Kab Kendal, Iwan Sulistyo sampaikan, sampai hari Jumat (16/1/2026) untuk wilayah Kendal belum dinyatakan status tanggap darurat, baru siaga. Hal ini dilihat karena bencana yang saat ini terjadi belum mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. "Kondisi hingga Jumat siang (16/1/2026) masih ada genangan air hujan ketinggian mencapai 30 - 50 cm di daerah Ngampel, Pegandon dan Kendal Kota. Belum ada pengungsian dan pembuatan dapur umum," ujar Iwan.

Intensitas hujan dikatakan akan berlangsung sampai 21 Januari dan Jumat Siang dilakukan operasi modifikasi cuaca kerjasama antara BPBD Kendal dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dengan titik di wilayah Pantura termasuk Kendal.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari bersama Pj Sekda Agus Dwi Lestari dan Dinas Terkait melakukan tinjauan ke beberapa titik banjir, diantaranya di wilayah desa Kebonadem dan desa Kumpulrejo yang terendam banjir karena tanggul Sungai Waridin jebol. "Kami turun kelapangan melihat daerah yang terkena bencana untuk dibuatkan SK Kebencanaan dengan menggunakan dana GTT upaya perbaikan tanggul yang jebol, dan peninggian jembatan"  jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Kumpulrejo Edi Haryanto menyampaikan bahwa semalam saat tanggul Sungai Waridin jebol telah merusakkan satu rumah dan belum ada perbaikan. Selain dikatakan, jalan yang menjadi jalur kearah jembatan aspalnya mengelupas.

Untuk menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi warga yang berada didekat tanggul sungai seperti yang dialami Sholikin, warga desa Kumpulrejo RT 01/RW 02 Kendal.

Pengalaman dialami cukup mencekam pada malam hari saat tanggul jebol telah menghantam tembok rumah hingga jebol. Dikatakan, air sungai menerobos rumah setinggi satu meter hingga bersama keluarga mengungsi di rumah tetangga yang aman. Disampaikan, untuk mohon bantuan perbaikan rumah yang rusak akibat terjangan tanggul yang jebol.

Sriyanto

Posting Komentar

0 Komentar