Pena Nusantara| BAKAUHENI – Nasib malang menimpa puluhan sopir kendaraan pickup bermuatan buah dan sayur asal Sumatera yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa. Alih-alih sampai ke tujuan tepat waktu, mereka justru tertahan dan dilarang menyeberang oleh petugas di Pelabuhan BBJ dan SMA, Selasa (25/03).
Kondisi ini membuat para sopir terkatung-katung tanpa kepastian. Akibatnya, muatan bahan pangan yang mereka bawa terancam busuk, dengan potensi kerugian kolektif mencapai ratusan juta rupiah.
Salah satu sopir, Antoni, mengaku sudah tiba di pelabuhan sejak malam hari. Namun, saat hendak memasuki area penyeberangan, ia dan puluhan rekan lainnya diminta putar balik tanpa penjelasan yang jelas dari pihak petugas.
"Sedikitnya ada 50 unit pickup yang sudah tiba. Kami diminta putar balik tanpa alasan yang pasti. Sebelumnya juga tidak ada informasi atau sosialisasi mengenai larangan ini," ujar Antoni dengan nada kecewa.
Kekecewaan senada diungkapkan oleh Ilham, sopir pickup lainnya yang terjebak setelah mengantar muatan ke Sumatera. Ia merasa kebijakan tahun ini jauh lebih kaku dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya memberikan fleksibilitas bagi angkutan logistik pangan.
Penundaan ini berdampak langsung pada kondisi barang bawaan. Pantauan di lokasi menunjukkan komoditas sensitif seperti pisang mulai mengalami pembusukan akibat suhu panas dan durasi tunggu yang terlalu lama.
Demi menyelamatkan sisa muatan, sebagian sopir terpaksa mengambil langkah ekstrem dengan memindahkan isi muatan ke truk besar agar diperbolehkan menyeberang. Namun, solusi ini menuntut biaya tambahan yang tidak sedikit.
"Nilai muatan dalam satu pickup itu bisa mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta. Kalau busuk, kami rugi total," tambah para sopir.
Para sopir berharap pemerintah dan otoritas pelabuhan tidak membeda-bedakan antara kendaraan pickup dan truk besar, terutama yang mengangkut kebutuhan pangan masyarakat. Mereka meminta adanya kejelasan aturan agar mata pencaharian mereka tidak terus tergerus oleh kebijakan yang dinilai mendadak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola pelabuhan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pelarangan kendaraan pickup tersebut menyeberang di tengah arus balik lebaran. (Roy Shandy)

0 Komentar