Pena Nusantara | Kendal -- Kebiasaan buang sampah di sungai di Kabupaten Kendal menjadi salah satu penyebab adanya banjir di wilayah Kabupaten Kendal.
Sampah yang dibuang di sungai di wilayah Kendal itu khususnya dapat dilihat di aliran sungai Kendal yang membuat pemandangan tak sedap para pelintas jalan.
Penumpukan sampah itu juga terjadi karena curah hujan tinggi di hulu dan pengaruh rob di wilayah utara, telah menghambat aliran sungai.
Untuk menjaga kondisi sungai tetap bersih dari sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan pembersihan setiap hari, khususnya sungai Kendal yang berada di bawah jembatan pusat kota, guna mencegah banjir akibat aliran tersumbat.
Sekretaris DLH Kendal, Syaiful Huda yang memimpin kegiatan pembersihan sampah di areal pusat kota dan jembatan pantura hari ini, (6/3/2026) menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk stop membuang sampah di sungai.
"Masyarakat saya minta kesadarannya untuk tidak membuang sampah di sungai tetapi di tempat yang sudah disediakan," kata Syaiful Huda.
Hal ini dikatakan karena Pemerintah Kabupaten Kendal saat ini belum mampu melayani sampah-sampah di perumahan dan pemukiman. Solusinya, masyarakat di pemukiman untuk segera mengelola sendiri dan membuat TPS-TPS di masing-masing desa atau per eks karesidenan.
"Bila belum bisa memilah sampah di TPS, saya menghimbau sampah di pemukiman untuk ditimbun atau dibakar. Syukur bisa kelola sampah melalui BUMDes atau Kelompok Pengolah Sampah yang mampu membuat pupuk organis. Sedang non organik bisa dijual kepada Pengepul," ujarnya.
Masalah sampah di Kendal hingga kini belum terpecahkan, untuk itu masyarakat diminta ikut membantu mengelola sampah sendiri karena TPA Darupono sudah overload yang hanya bisa menampung sampah 200 ton per hari.
"Sementara ini, armada yang operasional di dinas LH hanya 20 unit yang tidak bisa menjangkau wilayah yang jauh-jauh, seperti Sukorejo dan Plantungan," pungkasnya.
Sedang menurut data di Dinas LH Kendal menyebutkan, produksi sampah di Kabupaten Kendal mencapai sekitar 410 ton hingga 1.500 meter kubik per hari.
Dari total produksi tersebut, baru 200 ton sampah per hari dapat tertangani dengan maksimal. Sementara sisanya masih menjadi tantangan pengelolaannya.
Sriyanto

0 Komentar