Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Hebooohh..Bupati Mempawah Tidak Serius Mendengarkan Suara Rakyatnya Terkait Pembangunan Rumah Dinas Bupati


Pena Nusantara
| Mempawah Kalbar
-- Kembali tersebar luas di media sosial, tender pelaksanaan Pembangunan Rumah Dinas Bupati Mempawah, Kalimantan Barat, yang bersumber APBD Kabupaten Mempawah, Tahun Anggaran 2026  senilai Rp 15 miliar menimbulkan gelombang kemarahan publik, Sabtu (21/02/26)

Paket tersebut dijadwalkan memasuki tahap tender pada Februari 2026, dan informasi itu kini menjadi bahan perbincangan panas dan kritikan dan viral di tengah masyarakat Kabupaten Mempawah.
‎Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu, Muslim, secara tegas menyebut Bupati Mempawah, tidak konsisten dan diduga mengingkari pernyataan nya sendiri di hadapan massa aksi beberapa waktu lalu.
‎Jangan pernah anggap rakyat Mempawah lupa, saat aksi berlangsung, sudah jelas disampaikan bahwa pembangunan rumah dinas ini tidak akan dilanjutkan dan akan dibahas kembali bersama tim Pemkab,akan tetapi sebaliknya, seperti air ludah di jilat kembali.

Sampai hari ini, tidak ada transparansi ke publik atau ke masyarakat,tidak ada penjelasan resmi, dan tiba-tiba muncul dalam daftar tender. Ini mencederai kepercayaan publik,” tegas Muslim.
‎Menurutnya, langkah ini sangat salah,tidak layak di ucapkan oleh seorang pemimpin, kepala daerah yang di pilih oleh rakyat serta masyarakat setempat menunjukkan, sangat ironis nya lagi bahwa seorang Bupati Kabupaten Mempawah,
"Tidak Serius Mendengar Suara Rakyat yang telah memilih nya kembali duduk di kursi panas seorang Bupati".
‎Di saat masyarakat masih menghadapi persoalan ekonomi, infrastruktur rusak, Kebakaran Hutan yang baru terjadi dan pelayanan publik yang belum maksimal, justru anggaran Rp 15 miliar diprioritaskan untuk rumah dinas, dengan nominal angkat nya begitu fantastis.
‎“Ini bukan soal bangunan,akan tetapi hal ini soal hati nurani dan keberpihakan,ketika rakyat masih berjuang, Bupati nya malah bicara kenyamanan jabatan, kekuasaan dan lain sebagainya.

Jangan sampai rakyat menilai kepemimpinan hari ini hanya sibuk membangun fasilitas untuk kepentingan diri sendiri,tidak memikirkan bagaimana pembangunan daerah yang ia pimpin ada perkembangan, kemajuan,yang kita ketahui dan kita lihat secara bersama, Kabupaten Mempawah dari zaman ke zaman, beberapa kali pergantian kepemimpinan seperti kota mati,ada sih perkembangan akan tetapi perkembangan dan kemajuan tidak terlalu signifikan,” ujar Muslim.
‎Muslim menegaskan, jika proses tender tetap dilanjutkan tanpa penjelasan terbuka kepada masyarakat, maka Aliansi Mahasiswa akan menggelar aksi besar-besaran.
‎“Kalau ini tetap dipaksakan, kami pastikan Mempawah tidak akan diam. Kami akan turun dengan kekuatan lebih besar. Ini peringatan keras untuk Bupati. Jangan uji kesabaran rakyat,” tegasnya lagi.
‎Ia juga mendesak Bupati Mempawah, untuk segera menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik dan menghentikan proses yang dinilai melukai rasa keadilan masyarakat. 

Ditempat terpisah Irwandi warga Desa Pasir, sangat menyayangkan Pembangunan Rumah Dinas Bupati mencapai 15 miliar dipaksakan, sedangkan Makam Religi Opu Daeng Manambon sekian tahun belum terjamah pembangunannya.

Padahal Makam Religi Opu Daeng Manambon di Sebukit Rama Desa Pasir, sering dikunjungi penziarah dari masyarakat luar Kabupaten Mempawah, bahkan dari negara tetangga yang berkunjung. 

Semestinya Pemda Mempawah, lebih memperhatikan dengan keberadaan Makam Religi Opu Daeng Manambon dari pada Pembangunan Rumah Dinas Bupati,  dan Pembangunan Kantor instansi lain yang bukan untuk kepentingan masyarakat Mempawah, tegas Irwandi.

Syaiful/Red

Posting Komentar

0 Komentar