Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Bupati Kendal Melintasi Banjir Menuju Rumah Kades Sudipayung Untuk Berikan Bantuan Beras


Pena Nusantara
| Kendal
-- Dalam upaya meringankan beban ekonomi selama musim banjir beberapa wilayah di Kabupaten Kendal, bantuan beras per jiwa 5 Kg terus diberikan kepada warga oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.

Hari ini, Senin (16/2/2026), Bupati Kendal didampingi Pejabat Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal menyerahkan bantuan beras kepada 640 jiwa warga desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal.

Penyerahan bantuan beras dilaksanakan di rumah kepala desa Sudipayung yang dalam kondisi jalan tergenang air hujan hingga Mbak Tika (panggilan akrab Bupati Kendal) harus memakai sepatu boots.

Kepada warga desa Sudipayung, Bupati Kendal memberikan penghiburan dan semangat dalam masa keprihatinan oleh bencana banjir karena intensitas hujan yang tinggi ditambah melebarnya air sungai yang mengalir kemana-mana.

"Banjir di Jawa Tengah ada yang lebih parah. Contohnya di Tegal, tanah bergerak hingga masyarakat harus pindah rumah. Tetapi di Kendal tidak terlalu parah," kata Bupati Kendal.

Terkait dengan kondisi sungai-sungai di Kendal, Bupati Kendal tetap berupaya mencarikan solusi untuk penanganan dan normalisasi yang diusulkan ke pemerintah provinsi Jawa Tengah. "Sungai-sungai di Kendal itu kewenangan Pemprov, kita hanya bisa mengusulkan saja," jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Sudipayung, Yusuf SE menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan beras kepada warganya yang terkena bencana banjir.

"Beberapa hari lalu, ada 257 rumah yang terdampak banjir menyeluruh dengan ketinggian 10 cm hingga 1 meter," terangnya.

Didepan Bupati Kendal dan warga penerima bantuan, Yusuf menyampaikan pujian kepada Bupati  Tika yang tidak hanya membantu warga tetapi hadir ditengah-tengah warga yang kebanjiran. "Baru kali ini ada bupati Kendal hadir disini, disaat warganya susah," kata pujian Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Kades Sudipayung menyampaikan usulannya agar ada peninggian jalan sepanjang 500 meter yang melintas di depan rumahnya.

"Jalan yang tergenang air ini sudah lama terjadi saat hujan turun karena posisinya paling rendah. Dan jalan ini menjadi jalur utama menuju ke desa lain yang statusnya jalan kabupaten," ungkapnya.

Sriyanto

Posting Komentar

0 Komentar