Pena Nusantara | Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menolak segala bentuk kekerasan dan aksi tawuran.
Tawuran tidak pernah membawa manfaat dan bukan solusi atas permasalahan apa pun, melainkan tindakan yang berujung pada luka fisik, trauma psikologis, permasalahan hukum, serta penyesalan di kemudian hari.
Melalui pesan edukatif “Stop Tawuran, Tidak Ada Gunanya”, Polri mengingatkan bahwa masa depan yang cerah hanya dapat diraih melalui sikap disiplin, prestasi, dan perilaku positif. Kekerasan justru akan menutup kesempatan, menghambat cita-cita, serta merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Polri menegaskan bahwa penyesalan selalu datang di akhir, sementara masa depan berada di depan mata dan harus diperjuangkan dengan cara yang benar.
Generasi muda diharapkan mampu mengelola emosi, menghargai perbedaan, serta menghindari provokasi yang dapat memicu konflik dan tindakan melanggar hukum.
Dalam upaya pencegahan tawuran,
Polri terus mengedepankan langkah-langkah preventif dan edukatif melalui pembinaan, sosialisasi, serta pendekatan humanis di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sinergi antara aparat kepolisian, orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat luas menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Polri juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan saling mengingatkan, menjaga pergaulan anak-anak dan remaja, serta segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas kepada pihak berwajib.
Sebagai penutup, Polri mengimbau seluruh generasi muda untuk fokus pada hal-hal yang membangun dan bermanfaat. Bangun masa depan dengan prestasi, bukan dengan penyesalan. Jaga diri, jaga teman, dan jaga masa depan bersama demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan berkeadaban.
(Humas/Red)

0 Komentar