Pena Nusantara | Kendal
Sebanyak 94 Purna Wiyata Pawiyatan Penatacara Pamedhar Sabda, Permadani Bergada 51 dan 52 diwisuda oleh Ketua DPD Permadani Kabupaten Kendal pada hari Selasa (20/1/2026) di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal yang dihadiri Pengurus DPD Permadani Jawa Tengah, Pengurus DPD Permadani Kab Kendal, Sesepuh Permadani Kendal dan Wakil Bupati Kendal Beny Karnadi serta Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari.
Ketua DPD Permadani Kab Kendal, Gembong Sapto Nugroho mengatakan bahwa kegiatan ini telah mendapatkan support dari dana hibah APBD Kabupaten Kendal Tahun 2025 sebesar Rp 50 juta.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kendal yang memberikan dorongan kepada Permadani Kendal untuk terus eksis dan lebih berkualitas," ucapnya.
Pamedhar Sabdo atau Panatacara Sebanyak 94 orang ini setelah diwisuda oleh Sapto Nugroho, diminta untuk terus belajar menguasai bahasa Jawa untuk melakukan kegiatan di masyarakat sebagai pagar dan benteng budaya Jawa.
"Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa, mereka mengikuti pelatihan selama 4 bulan dan upaya menambah keterampilan mereka terus belajar diluar jam pelatihan," jelas Sapto Nugroho.
Materi pelajaran panatacara atau pamedar sabda ini dikatakan meliputi : keprotokolan, pemahaman bahasa, tata bahasa, tembang, beksan, keterampilan berbahasa, ngadi busana, ngadi sariro untuk bisa tampil berbusana Surakarta dan Jogjakarta.
"Sampai kini sejak berdiri tahun 1986, Pranatacara Permadani di Kendal sudah mencapai 2.800 orang dan tahun ini angkatan ke 52. Dan setiap tahunnya telah menghasilkan panatacara dari kalangan usia dewasa hingga anak muda," imbuhnya.
Juga disampaikan, di era kepemimpinannya, banyak anak muda ikut serta bergabung. Contohnya, hari ini ada anak setingkat SMP dan MTS dari Pondok bisa mengikuti tahapan kursus berbahasa Jawa yang nanti akan diberikan penghargaan sebagai siswa termuda.
Sementara itu Wakil Bupati Kendal, Beny Karnadi menyampaikan dukungan kegiatan ini yang sangat penting dalam upaya pelestarian bahasa dan budaya Jawa.
"Alhamdulillah, saya terima kasih sekali masih banyak orang masih belajar berbahasa Jawa yang pakem dan tidak semua orang bisa," ujarnya.
Diakui, secara pribadi, Beny juga kepengen bisa berbahasa Jawa yang baik dan pakem. Untuk itu Beny sudah mendaftar untuk mengikuti pelatihan menjadi pranatacara atau pamedhar sabda.
Harapannya, kegiatan ini terus dilestarikan dan tradisi ini dijaga agar lebih banyak orang tertarik dengan bahasa jawa yang baik dan pakem.
Sriyanto

0 Komentar