Pena Nusantara | Bondowoso -- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso berpartisipasi aktif dalam kegiatan Penanaman Bersama yang diprakarsai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Gunung Sari, Kecamatan Maesan, dengan mengusung tema “Mulai Tanam Pohon untuk Investasi Kehidupan”, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS).(22/01)
Kegiatan penanaman ini melibatkan unsur TNI/Polri, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, organisasi kemasyarakatan, Gerakan Pramuka, serta pelajar dan masyarakat Desa Gunung Sari. Secara keseluruhan, sekitar 250 peserta terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah, Perhutani, aparat, serta masyarakat dalam upaya rehabilitasi lingkungan dan pencegahan bencana berbasis partisipasi publik.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon merupakan bagian dari kebijakan strategis Pemerintah Daerah dalam rangka penguatan ketahanan lingkungan, khususnya pada kawasan sempadan sungai yang memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Penanaman pohon di kawasan sempadan sungai memiliki fungsi ekologis yang sangat penting dalam mengendalikan laju erosi, meningkatkan daya resap air, menjaga stabilitas tanah, serta meminimalisir potensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan dan keberhasilan program ini,” ujar Fathur Rozi.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakul Munir yang didampingi oleh Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (Kasi P-SDH) Rahmat Sugiarto, menyampaikan bahwa Perhutani senantiasa mendukung program rehabilitasi lahan dan konservasi sumber daya hutan yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan para pemangku kepentingan. Dukungan tersebut sejalan dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan Perum Perhutani, khususnya prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian, serta kewajaran dalam pengelolaan sumber daya hutan.
“Kegiatan penanaman bersama ini merupakan wujud nyata komitmen Perhutani dalam pengelolaan hutan lestari dan berkelanjutan. Sinergi antara Perhutani, pemerintah daerah, TNI/Polri, serta masyarakat mencerminkan penerapan prinsip GCG dalam mendukung fungsi ekologis hutan, perlindungan DAS, dan keberlanjutan sumber daya alam,” ungkap Administratur KPH Bondowoso.
Sementara itu, Rahmat Sugiarto menambahkan bahwa dari aspek teknis kehutanan, kegiatan penanaman ini diarahkan untuk meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan pada kawasan DAS melalui pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik tapak. Jenis tanaman yang dipilih merupakan tanaman keras yang memiliki fungsi konservasi sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Bibit yang ditanam dipilih berdasarkan kesesuaian kondisi biofisik lahan, daya adaptasi terhadap lingkungan setempat, serta fungsi ekologisnya. Tanaman seperti mahoni dan alpukat diharapkan mampu meningkatkan penutupan vegetasi, memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, serta dalam jangka panjang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Pada kegiatan tersebut, sebanyak 2.000 bibit tanaman ditanam di sepanjang area aliran sungai Desa Gunung Sari. Penanaman ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya rehabilitasi lahan kritis, pengendalian degradasi lingkungan, serta penguatan fungsi lindung kawasan DAS. Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Bondowoso bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta generasi mendatang.
(Komp-PHT/Yetno)

0 Komentar