Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Dinas Ketahanan Pangan Kalbar Gelar GPM Dalam Rangka Memeriahkan HUT Pemprov Kalbar Ke 69 Tahun 2026


Pena Nusantara
| Pontianak Kalbar
-- Dinas Ketahanan Provinsi Kalimantan Barat mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi daerah serta memeriahkan HUT Pemprov Kalbar Ke 69, menyambut Tahun Baru Imlek dan bulan puasa ramadhan 1447 H tahun 2026, berlokasi di halaman Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar,Jl.Adisucipto Pontianak, Kamis (29/01/26)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalbar Drs.H.Manto,M.Si saat di temui awak media mengatakan dalam rangka momentum memperingati HUT pemerintah provinsi Kalbar Ke 69 menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pembangunan daerah harus senantiasa berpihak kepada kebutuhan dasar masyarakat,salah satunya adalah ketahanan pangan, sejalan itu pula dilaksanakan GPM tersebut,beber nya.

Manto menjelaskan kembali,bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang sangat strategis untuk menangkal stabilitas sosial, ekonomi dan kesejahteraan,maka dari itu pemerintah provinsi Kalbar terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok, memonitoring harga serta kelancaran distribusi pangan yang ada di Kabupaten/Kota di Kalbar.

Gerakan Pangan Murah ini terlaksana merupakan salah satu instrumen nyata hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat ungkap Manto.

Kami tidak bekerja sendiri selalu berkolaborasi antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha,Perum Bulog Wilayah Kalbar, BUMN,BUMD, Distributor, kelompok tani dan lain-lainnya.

Adapun produk komuditas yang di jual ke masyarakat diantaranya makanan, minuman,beras, gula pasir,cabai, bawang merah,bawang putih dan daging ayam dan lain-lain, untuk masalah harga yang di jual lebih murah serta lebih terjangkau dari harga di pasar tradisional 

Manto menghimbau kepada masyarakat yang mayoritas pembeli ibu-ibu di mohon berbelanja dengan bijak sesuai dengan kebutuhan dan hindari gaya "Panic Buying", pesannya.

Manto me-warning dan meminta kepada Pertamina dan BPH Migas serta APH terkait tentang kelangkaan BBM subsidi jenis solar dan premium jenis pertalite yang di gunakan truk-truk besar dan kecil sebagai media angkut barang - barang komoditas bahan pangan harus benar-benar serius menanggapi hal tersebut,cek di lapangan memonitoring ke semua SPBU-SPBU Kabupaten/Kota Se-Kalbar guna menghindari di duga adanya penyelewengan BBM subsidi jenis solar tersebut, kalau ini terjadi di lapangan akan berimbas kepada bahan pokok sembako dan komoditas lainnya,produk tersebut akan terlambat kedatangan nya serta cepat rusak,imbas nya kepada para petani nilai produk nya akan anjlok di pasaran, pungkas nya.

Syaiful/Fety

Posting Komentar

0 Komentar