Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemdes Wonorejo Gelar Rangkaian Acara Peringatan 1 Abad GKJW Wonorejo


Pena Nusantara | Malang — Pemerintah Desa (Pemdes) Wonorejo bersama Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Wonorejo menggelar rangkaian acara dalam rangka memperingati 100 tahun (1 Abad) berdirinya GKJW Wonorejo. Kegiatan ini dipusatkan di Bale Pamitran Desa Wonorejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, dan berlangsung meriah pada Sabtu (6/12/2025).


Peringatan ini merupakan bagian dari kalender liturgi sebagai Peringatan Wajib yang tahun ini jatuh pada Minggu, 14 Desember 2025, bertepatan dengan masa Adven menjelang Natal. Momentum ini menjadi refleksi spiritual sekaligus perayaan sejarah panjang pelayanan gereja di tengah masyarakat.



Acara dibuka dengan misa syukur dan kebaktian bersama di Bale Pamitran GKJW Wonorejo, dilanjutkan dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan partisipasi aktif warga. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah bazar rakyat bertajuk _Tempu Dulu_, yang menyuguhkan produk-produk UMKM lokal, kuliner khas desa, serta kerajinan tangan warga.


Ketua panitia, Virtus Amigo, menyampaikan bahwa peringatan 1 abad ini menjadi simbol kuatnya ikatan antara gereja dan masyarakat. “Kami ingin menjadikan momen ini tidak hanya sebagai perayaan rohani, tetapi juga sebagai ajang mempererat kebersamaan warga dan mendukung perekonomian lokal,” ujarnya.

Kepala Desa Wonorejo, Hari Lumakso, turut mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat. “Ini bukti bahwa semangat kebersamaan dan toleransi di Desa Wonorejo tetap terjaga. Semoga peringatan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai luhur desa,” katanya.


Pendeta Fantri dari GKJW Wonorejo menambahkan, “Seratus tahun bukan waktu yang singkat. Ini adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri. Bersama Allah Bapa dan Yesus Kristus, kami berharap gereja terus menjadi terang bagi lingkungan sekitar.”


Sementara itu, Pdt. Em. Sony Saksono Putra, M.Min., pendeta tamu dari Banyuwangi, menyampaikan harapannya agar GKJW Wonorejo terus berkembang dalam pelayanan dan menjadi pusat pertumbuhan iman yang inklusif. “Semoga gereja ini tetap menjadi rumah bagi semua, tempat bertumbuh dalam kasih dan pengharapan,” ungkapnya.


Salah satu peserta bazar, Ibu Luluk, mengaku senang bisa ikut serta. “Saya membawa aneka kue tradisional buatan sendiri. Selain bisa berjualan, saya juga senang karena bisa bertemu banyak orang dan merasakan suasana yang hangat,” tuturnya.


Jemaat dan warga pun menyambut positif kegiatan ini. Banyak yang berharap agar acara seperti ini bisa menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.


Rangkaian acara akan mencapai puncaknya pada Minggu, 14 Desember 2025, dengan perayaan ekaristi khusus dan penampilan seni budaya dari warga desa.


(Dwi)

Posting Komentar

0 Komentar