Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Puluhan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalbar Jilid II,Tuntut Tuntaskan Kasus Korupsi Di Kalbar Jangan Tajam Diatas Tumpul Kebawah.


Pena Nusantara | Pontianak Kalbar – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa menyoroti lemahnya penegakan hukum di Kalimantan Barat,di terima oleh perwakilan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Hendri Siswanto, SH.MH selaku Koordinator Kejati Kalbar,Rabu (19/11/25) siang 

Mereka mendesak Kejaksaan Tinggi Kalbar menunjukkan komitmen nyata dalam pemberantasan korupsi BP2TD Mempawah serta Jalan Mempawah, penegakan hukum harus betul-betul serius ditangani,tanpa pandang bulu.

Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 di halaman Kejati Kalbar dengan membawa sejumlah atribut demonstrasi bertuliskan " Kejati Kalbar Bukan Stecu-Stecu, Kami Menolak Pemimpin Korupsi,Hukum Bukan Tombak"Massa menuntut transparansi penanganan kasus-kasus dugaan korupsi dan dugaan ketidak adilan hukum yang dinilai “tajam ke bawah, tumpul ke atas”.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan konsistensi aparat penegak hukum.

Kalbar harus adil bagi semua,jangan sampai hukum tajam ke bawah kepada rakyat kecil, tetapi tumpul ke atas ketika berhadapan dengan kekuasaan,” kata seorang perwakilan mahasiswa dalam orasinya.



Mahasiswa menyoroti dugaan intervensi eksternal yang mempengaruhi proses penegakan hukum. Mereka menuntut Kejati lebih tegas dan transparan dalam setiap proses penyelidikan.

“Keadilan sosial harus berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami tidak ingin hukum dibedakan antara kelas atas dan bawah. Jangan sampai rakyat kecil dihukum berat karena perkara sepele, sementara pelaku kasus besar bebas melenggang,” ujar orator tersebut.

Mahasiswa juga meminta pertemuan langsung dengan pimpinan Kejati. Mereka mempertanyakan alasan dipisahkan pagar pengamanan saat menyampaikan aspirasi.

Menanggapi aksi tersebut, Hendri Siswanto SH.MH selaku Koordinator Kejati Kalbar,tidak ada penolakan terhadap aspirasi mahasiswa. Ia menyatakan siap berdialog dan menegaskan kinerja penegakan hukum Kejati selama ini terbuka untuk publik.

“Kami menyambut setiap aspirasi. Delegasi sudah disampaikan kepada saya dan saya siap menerima rekan-rekan mahasiswa. Ini hanya persoalan miskomunikasi,” ujar Hendri.

Menurutnya, Kejati Kalbar secara rutin menginformasikan perkembangan penanganan perkara melalui media massa dan media sosial,akan tetapi terkait masalah ini kan sudah di tangani oleh KPK RI,kami pihak Kejati Kalbar tidak berhak untuk ambil alih kasus tersebut,sama juga sebaliknya.

“Selama ini kami selalu terbuka. Setiap langkah penyelidikan kami sampaikan secara berkala. Mungkin adik-adik mahasiswa belum mengikuti update kami. Kami apresiasi kritik yang disampaikan hari ini untuk perbaikan ke depan,” katanya.

Hendri menegaskan Kejati Kalbar tetap berkomitmen menangani perkara sesuai prosedur, tanpa tekanan pihak manapun.

Sebelum membubarkan diri, mahasiswa menyatakan akan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak ditindak lanjuti.

“Jika Kejati Kalbar tidak merespons poin-poin tuntutan kami, kami akan kembali dengan massa lebih besar,” tegas perwakilan PMII.

Aksi berjalan tertib dengan pengamanan aparat. Tidak ada bentrok antara massa dan pihak Kejati.

Syaiful/Fety

Posting Komentar

0 Komentar