Pena Nusantara | Bondowoso -- Presiden Mengeluarkan Program bantuan PKH dan BPNT untuk mensejahterakan warganya, bahkan kartu ATM Bansos harus dipegang sendiri oleh KPM karena disana ada nomor sandi pribadi yang tidak boleh diketahui oleh orang lain, namun program tersebut di duga dijadikan ladang korupsi dan pungli oleh oknum ketua kelompok di Desa Lanas bahkan kartu ATM tersebut di kuasai Oleh Oknum ketua kelompok tersebut, Desa Lanas, kecamatan Botolinggo, Sabtu, 08/11/2025
Beberapa Minggu yang lalu pemerintah mengucurkan batuan KESRA sebesar Rp. 900.00 / KPM, namun bantuan yang seharusnya diterima secara tunai oleh KPM beralih menjadi sembako, dengan berupa :
Beras dengan merk srikaya seberat 35 kg
Minyak kelapa dengan merk MINYAK KITA, 3 LT /kemasan 1 LT dan uang sebesar Rp.250.000. Ketika ditolal dengan harga di pasar sangat jauh dari bantuan yang seharnya diterima Rp.900.00.
Saat dikonfirmasi warga yang berinisial SLT menyampaikan, "iya benar pak saya dapat bantuan tersebut, tapi saya menerima beras 35 kg, minyak 3 liter dan uang 250 ribu, semua itu saya jemput kerumah ketua kelompok yang bernama B mar, "jelasnya
Kami bersama tim mendatangi rumah ketua PKH untuk konfirmasi, Namun yang bersangkutan tidak ditempat/atupun tidak ada dirumahnya, kami menghubungi lewat via WhatsApp juga tidak ada tanggapan sampai berita ini diterbitkan tetap tidak bisa dikonfirmasi.
Ditempat lain saat dikonfirmasi Via WhatsApp Dedy selaku pendamping PKH desa lanas menyampaikan, "saya tidak tau mas terkait semua itu, saya tau setelah sampean menghubngi saya mas, bahkan setiap kali pertemuan sudah saya terapkan atau sosialisasikan agar Kartu ATM tersebut di kembalikan kepada atas nama KPM, terimakasih mas atas informasinya hari Senin saya akan tindak lanjuti, "Ujarnya dalam Chat WhatsApp.
(Rudi)

0 Komentar