Pena Nusantara | Malang — Pemerintah Desa Tambakrejo, Sendangbiru, Kecamatan Sumberbening Wetan, Kabupaten Malang, mengambil langkah tegas dalam memperkuat sistem keamanan dan ketertiban lingkungan melalui sosialisasi pendataan penduduk pendatang.
Kegiatan ini digelar di Balai Dusun Sendangbiru pada Rabu malam (12/11/2025), sebagai respons atas meningkatnya potensi gangguan sosial dan kriminalitas di wilayah desa.
Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Kepala Desa Tambakrejo Agus Harianto, anggota BPD, Ketua KTH , perangkat desa, kepala dusun, ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga Dusun Sendangbiru.
Dalam forum tersebut, Kepala Desa Agus Harianto menyoroti lemahnya sistem pendataan terhadap tamu dan pekerja dari luar desa sebagai celah yang rawan dimanfaatkan untuk tindakan kriminal. Ia menegaskan bahwa pendataan bukan sekadar urusan administratif, melainkan fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan keamanan desa.
“Pendataan harus jelas dan terkoordinasi. Warga yang memperkerjakan orang dari luar wajib bertanggung jawab. Ini bukan sekadar administrasi, tapi soal keamanan bersama,” tegas Agus Harianto.
Ia juga mengajak warga untuk aktif melaporkan keberadaan pendatang kepada perangkat desa sebagai bentuk partisipasi nyata dalam menjaga ketertiban sosial.
Rusun dan Sampah: Dua Titik Rawan yang Tak Boleh Diabaikan
Tokoh masyarakat, termasuk P. Budi, turut menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi rumah susun (rusun) yang dinilai rentan terhadap konflik akibat tingginya mobilitas penduduk dan minimnya pengawasan. Mereka menekankan perlunya sistem kontrol berbasis komunitas yang lebih ketat dan terstruktur.
Di sisi lain, persoalan pengelolaan sampah di kawasan Sendangbiru juga menjadi sorotan. Minimnya kesadaran warga dan belum optimalnya sistem pengelolaan dinilai dapat menimbulkan dampak lingkungan yang serius.
“Solusi soal sampah bukan sekadar teknis, tapi harus menyentuh kesadaran kolektif warga,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Ketua KTH Yaturi menambahkan bahwa masih banyak aspek yang perlu dibenahi, mulai dari sistem pendataan, penguatan kelembagaan lokal, hingga peningkatan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Warga berharap agar sosialisasi ini tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi titik awal dari kebijakan konkret. Mereka mendorong pemerintah desa untuk segera menerapkan sistem pendataan digital, memperkuat koordinasi antar perangkat, dan membangun sistem keamanan berbasis partisipasi warga.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Desa Tambakrejo untuk membangun lingkungan yang lebih aman, tertib, dan tanggap terhadap dinamika sosial yang terus berkembang.
(dwi)

0 Komentar