Pena Nusantara | Lumajang – Upaya penanggulangan bencana pasca erupsi Gunung Semeru kembali diperkuat melalui pengawasan ketat terhadap mobilitas warga di wilayah rawan. Tim Satgas penanggulangan Kodim 0821 Lumajang Peltu Eko Budianto Bati Tuud Koramil 0821-05/Klakah, bersama lima personel melaksanakan kegiatan penyekatan dan pemantauan pergerakan masyarakat di kawasan Kamar A, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, pada Minggu (30/11/2025).
Kegiatan tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kekhawatiran bahwa sebagian warga mencoba melintasi zona rawan erupsi untuk mengambil barang atau mendekati area terlarang. Tindakan tersebut dinilai berbahaya mengingat kondisi material vulkanik masih labil dan potensi guguran awan panas serta lahar dingin masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Peltu Eko Budianto menegaskan bahwa meski dalam status siaga, penyekatan yang dilaksanakan bukan semata tindakan pengamanan, tetapi bagian dari perlindungan keselamatan jiwa masyarakat.
“Kami melakukan penyekatan untuk memastikan warga tidak memasuki area berbahaya. Situasi di lapangan masih tidak stabil, sehingga keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar dia.
Selain melakukan penyekatan, anggota TNI juga memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai batas aman, potensi ancaman lanjutan, serta pentingnya mengikuti arahan petugas.
Ia juga menyampaikan, koordinasi lintas unsur antara TNI/Polri aparat desa, relawan, dan pihak terkait menjadi kunci dalam pelaksanaan kegiatan ini. Keberadaan personel di titik penyekatan terbukti efektif mencegah warga memasuki area terlarang.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian upaya berkelanjutan Pemerintah Daerah dan jajaran TNI-Polri dalam memastikan proses pemulihan di wilayah terdampak berjalan aman, tertib, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” tambahnya.
(Pendim0821/Red)

0 Komentar