Pena Nusantara | Banyuwangi – Aktivis senior Muhammad Helmi Rosyadi kembali menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi penegakan hukum di Banyuwangi. Melalui seruan keras, Helmi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dalam aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Ia menilai, selama ini, sistem hukum tidak mampu menegakkan keadilan secara adil dan tegas, bahkan cenderung mandul dalam menindak para pelaku korupsi dan praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).
Helmi, yang dikenal sebagai aktivis buruh tani sekaligus tokoh yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial, menyatakan bahwa kondisi hukum di Banyuwangi saat ini sangat memprihatinkan. Ia menegaskan bahwa setiap penjabat publik yang kerap melakukan praktik KKN tanpa adanya tindakan hukum yang pasti dan tegas. "Hukum di Banyuwangi seperti mandul, tidak berjalan dan tidak mampu menyentuh para koruptor yang merugikan rakyat banyak," ujarnya dengan penuh semangat dan keprihatinan.
Sebagai aktivis yang sudah lama bergelut di bidang sosial dan isu kerakyatan, Helmi merasa terpanggil untuk mengingatkan kembali bahwa sistem penegakan hukum harus benar-benar ditegakkan demi keadilan dan keberlangsungan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa para pelaku korupsi harus diminta pertanggungjawaban di pengadilan dan dihukum sesuai dengan perbuatannya, bukan sekadar dibiarkan dan mendapatkan perlindungan dari kekuasaan tertentu.
Helmi juga mengingatkan bahwa ketidakpastian hukum akan terus memperparah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Banyuwangi. Ia menilai, ketidakadilan ini telah membuat rakyat semakin frustrasi dan kehilangan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari buruh, petani, pemuda mahasiswa, hingga tokoh masyarakat, untuk bersatu dan menyuarakan aspirasi melalui aksi demonstrasi yang damai di kantor Kejaksaan.
“Sudah saatnya kita bangkit dan menunjukkan bahwa rakyat tidak akan diam melihat sistem hukum yang mandul ini. Para koruptor harus diadili dan dihukum di pengadilan yang adil, agar ada efek jera dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum bisa kembali pulih,” tegas Helmi dengan penuh tekad.
Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan dan ketidakpastian hukum yang selama ini berlangsung. Helmi berharap, aksi tersebut dapat memicu perhatian serius dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk melakukan reformasi sistem hukum, serta menegakkan keadilan secara nyata.
Penegakan hukum yang adil dan tegas adalah kunci utama dalam memberantas korupsi dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara. Helmi menegaskan bahwa rakyat harus terus bersuara dan berjuang demi masa depan Banyuwangi yang lebih baik, bersih, adil, dan bebas dari praktik korupsi.
(Hidayat)

0 Komentar