Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Selamatan Adat Sesaji Satu Suro ke-120, Ribuan Warga Ikuti Larung Sesaji di Pantai Balekambang


Pena Nusantara | Malang
– Tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun kembali digelar oleh Pemerintah Desa Srigonco melalui Selamatan Adat Sesaji Satu Suro ke-120 yang dipusatkan di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan sakral yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir selatan Malang ini berlangsung khidmat dan meriah. Ribuan warga Desa Srigonco serta para tamu undangan turut hadir menyaksikan prosesi larung sesaji yang telah menjadi identitas budaya masyarakat setempat selama lebih dari satu abad.

Acara dihadiri oleh jajaran Forkopimcam dan berbagai unsur masyarakat, di antaranya Sekretaris Kecamatan Bantur Makhfud, Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Saifudin, S.H., M.H., perwakilan Koramil Bantur, ADM/Asper Perhutani KPH Malang Astiko, Lanal Malang Pos TNI AL Sendangbiru, PSR, UPTD Puskesmas Bantur, Pengawas Pendidikan Kecamatan Bantur, Perumda Jasa Yasa, para mantan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa STIKES, perangkat desa, RT/RW, Karang Taruna, TP PKK, serta masyarakat Desa Srigonco.

Rangkaian acara dibuka oleh pembawa acara Heri “Centot” dengan gaya khasnya yang mampu menghidupkan suasana. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia sekaligus Ketua Adat, Mbah Siono Karyo Utomo.

Dalam sambutannya, Mbah Karyo menjelaskan bahwa tradisi Larung Sesaji Satu Suro merupakan warisan leluhur yang terus dijaga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang diberikan kepada masyarakat Desa Srigonco.

“Tradisi ini bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para leluhur serta upaya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Srigonco, Didit Puji Laksono, menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus melestarikan tradisi yang menjadi aset budaya daerah tersebut.

“Selamatan Adat Sesaji Satu Suro merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga bersama. Selain mempererat persaudaraan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengenalkan kearifan lokal Desa Srigonco kepada masyarakat luas,” kata Didit.

Mewakili Muspika Bantur, Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Saifudin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Hal senada juga disampaikan ADM KPH Malang/Asper Astiko yang menilai pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan kenduri atau syukuran bersama yang diiringi doa untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kemakmuran masyarakat Desa Srigonco. Selanjutnya dilakukan penyerahan sesaji sebagai bagian dari prosesi adat.

Suasana haru tampak saat Kepala Desa Srigonco Didit Puji Laksono melaksanakan sungkeman kepada orang tua dan keluarga sebagai bentuk penghormatan serta permohonan doa restu sebelum prosesi larung dimulai.

Puncak acara berlangsung saat prosesi Larung Sesaji dipimpin langsung oleh Kepala Desa Didit Puji Laksono bersama istri, diikuti perangkat desa dan masyarakat yang mengarak Jolen, rumah-rumahan kecil berisi kepala kambing kendit beserta berbagai sesaji lainnya menuju bibir Pantai Balekambang untuk dilarung ke laut.

Prosesi tersebut menjadi simbol ungkapan rasa syukur sekaligus doa bersama agar masyarakat Desa Srigonco senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari segala marabahaya, memperoleh hasil panen dan tangkapan laut yang melimpah, serta mendapatkan keberkahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang akan datang.

Dengan tetap menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan spiritualitas, Selamatan Adat Sesaji Satu Suro ke-120 menjadi bukti bahwa tradisi leluhur masih hidup dan terus diwariskan sebagai perekat persatuan masyarakat Desa Srigonco di tengah perkembangan zaman.

(dwi)

Posting Komentar

0 Komentar