Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Sampah Diolah Menjadi Petasol, Desa Margorejo Cepiring Pilot Project Untuk Kabupaten Kendal


Pena Nusantara | Kendal
-- Tidak hanya di Kabupaten Kendal, keberadaan sampah sudah menjadi masalah nasional. Untuk itu, untuk mengurangi volume sampah satu-satunya dengan mengolah dan memilahnya antara sampah organik dan non organik melalui peran aktif masyarakat terutama yang berada di pedesaan.

Saat ini, Pemerintah mendorong pengolahan timbunan sampah lama di TPA menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menggunakan teknologi pirolisis. Program ini melengkapi proyek fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang mengubah tumpukan limbah padat dan plastik menjadi energi alternatif.

Program Pemerintah ini ditransformasikan melalui Kementerian  Koordinator Bidang Pangan, pada Kamis (11/6/2026) Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq hadir di Kabupaten Kendal melaunching Managemen Sampah Terpadu dan Pengolahan Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Petasol dan Kompetisi PF Sains 2026 di TPS3R Desa Margorejo Kecamatan Cepiring.

Pemerintah Pusat memilih desa Margorejo untuk dijadikan pilot project di Kabupaten  Kendal karena desa ini menjadi satu-satunya desa yang sudah siap untuk mengolah sampah menjadi Bahan Bakar Petasol. 
Hal ini dibuktikan sendiri oleh Hanif Faisol Nurofiq ke tempat pengolahan sampah Desa Margorejo yang telah berjalan dikelola oleh BUMDes dan kelompok ibu-ibu Penggerak Bank Sampah.

Kegiatan launching, dihadiri Vice Presiden (VC) Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari, Ketua Dewan Pengawas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tri Mumpuni, Perwakilan Pemprov Jawa Tengah, Urip Sihabudin, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania bersama anggota dewa lainnya dan Kepala OPD Terkait.

Wamenko Bidang Pangan ini menegaskan, pengolahan sampah ini tidak akan berhasil bila tidak didukung oleh masyarakat. "Masyarakat harus dilibatkan dan berperan aktif dalam pengumpulan dan pemilahan sampah mana untuk pupuk organik dan untuk bahan bakar petasol," jelasnya.

Wamenko Bidang Pangan ini menegaskan, pengolahan sampah ini tidak akan berhasil bila tidak didukung oleh masyarakat. "Masyarakat harus dilibatkan dan berperan aktif dalam pengumpulan dan pemilahan sampah mana untuk pupuk organik dan untuk bahan bakar petasol. Secara teknis juga didukung oleh BRIN dan Pertamina Foundation," jelasnya.

Tetapi yang perlu perhatian dalam pengolahan sampah ini, adanya limbah, gas yang menimbulkan dampak baru bagi kesehatan masyarakat  lingkungan yang harus dilakukan pengawasan oleh Pengelola dan Pemerintah Daerah.

"Perhatian Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Kendal ini sangat besar terkait pengelolaan sampah yang menimbulkan masalah yang sulit terpecahkan," ungkap Faisol.

Sementara itu Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kendal mendukung penuh inovasi pengolahan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung. Ia berharap, program ini dapat direplikasi di wilayah lain sehingga mampu mengurangi beban sampah yang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

VP Pertamina Foundation, Agus Mashud Simon Asngari menambahkan, Pertamina Foundation Sains merupakan kompetisi inovasi teknologi yang berfocus pada pencarian dan pengembangan inovasi di bidang teknologi dan energi terutama teknologi yang dibutuhkan mengolah sampah menjadi bahan bakar petasol.

Sriyanto

Posting Komentar

0 Komentar