Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Jeritan Hati atas Pidato Presiden: Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Rakyat


Pena Nusantara
|Malang
– Pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5 persen dalam beberapa tahun terakhir memunculkan berbagai respons dari masyarakat. 

Salah satunya datang dari praktisi hukum Adv. Agus S. Ghozali, A.M.Pd.I., S.H., M.H., CPL., CLMC., Medis Law, C.Kons., CPM., CLA., yang menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sosial dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Menurut Agus, pertumbuhan ekonomi nasional semestinya diikuti dengan penurunan angka kemiskinan yang dirasakan nyata oleh masyarakat. 

Ia menilai masih banyak warga yang hidup dalam kesulitan ekonomi sehingga diperlukan evaluasi terhadap efektivitas kebijakan pemerintah serta akurasi data yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

"Jika ekonomi terus tumbuh, masyarakat berharap kesejahteraan juga meningkat. Karena itu, perlu evaluasi menyeluruh agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan hingga lapisan masyarakat paling bawah," ujarnya.

Agus juga menyoroti persoalan korupsi yang dinilainya masih menjadi penyakit kronis bangsa. Menurutnya, praktik penyalahgunaan wewenang yang diduga terjadi di berbagai sektor telah menghambat pemerataan pembangunan dan menggerus kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari penyelenggara negara, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga masyarakat, untuk meninggalkan budaya politik transaksional, praktik suap, dan segala bentuk penyimpangan yang merusak nilai-nilai keadilan.

"Jabatan publik adalah amanah, bukan alat untuk memperkaya diri. Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang berintegritas dan aparat yang berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo dalam memperkuat pemberantasan korupsi. 

Ia juga mendorong agar Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset segera disahkan sebagai instrumen hukum yang efektif untuk memiskinkan koruptor dan mengembalikan kerugian negara.

"Kita harus bersatu mendukung setiap upaya pemberantasan korupsi. Indonesia memiliki kekayaan luar biasa yang harus dijaga bersama, bukan menjadi sasaran penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Lebih lanjut, Agus mengimbau masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi kejujuran, mencari rezeki yang halal, serta aktif mengawasi jalannya pemerintahan demi terwujudnya Indonesia yang bersih, adil, dan sejahtera.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penegakan hukum, Kantor Hukum Bareng Gus Law Firm dan Presisi menyatakan akan terus mengawal, mengkaji, dan menyampaikan setiap dugaan penyimpangan terhadap program-program pemerintah kepada aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.

"Indonesia sedang menghadapi tantangan besar. Namun, dengan persatuan, integritas, dan penegakan hukum yang tegas, kami yakin bangsa ini mampu bangkit menuju Indonesia yang lebih bersih, kuat, dan berkeadilan," tutup Agus.

(Dwi)

Posting Komentar

0 Komentar