Pena Nusantara | Bondowoso – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, bersama petugas pengairan dan aparat kewilayahan dalam kegiatan perawatan Dam Irigasi Sido Makmur. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, Juni 2026 tersebut mendapat pendampingan langsung dari Babinsa Tangsil Kulon, Serma Budi P, guna memastikan sarana irigasi tetap berfungsi optimal untuk mendukung sektor pertanian masyarakat.
Perawatan difokuskan pada penguatan tanggul penahan air yang menjadi bagian vital dari sistem irigasi. Dalam kegiatan tersebut dilakukan penambahan ketinggian tanggul hingga 2 meter dengan lebar 3 meter dan panjang 10 meter. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya tampung dan pengendalian aliran air yang selama ini menjadi sumber pengairan utama bagi lahan pertanian di wilayah setempat.
Babinsa Tangsil Kulon, Serma Budi P, mengatakan keterlibatan TNI melalui aparat teritorial merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya para petani yang sangat bergantung pada keberadaan jaringan irigasi. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak lepas dari ketersediaan air yang memadai dan infrastruktur yang terawat dengan baik.
“Dam Sido Makmur memiliki peran penting karena mengairi kurang lebih 100 hektare lahan persawahan milik warga. Melalui gotong royong ini diharapkan kondisi tanggul semakin kuat sehingga pasokan air bagi petani tetap terjamin,” ujar Serma Budi P di sela kegiatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Tangsil Kulon H. Sugiono, perwakilan Dinas Pengairan Sunito, Babinsa Tangsil Kulon, serta sekitar 49 orang yang terdiri dari masyarakat dan petugas pengairan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjaga fasilitas umum yang menjadi penunjang perekonomian warga.
Melalui kerja sama yang solid antara pemerintah desa, dinas terkait, masyarakat, dan Babinsa, perawatan Dam Sido Makmur diharapkan mampu meningkatkan ketahanan sektor pertanian di Desa Tangsil Kulon. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam pembangunan desa.
(Pendim 0822/Yetno)

0 Komentar