Pena Nusantara | Kendal -- Upaya meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat Kabupaten Kendal itu ditandai dengan keberhasilan yang didapat dari kerja keras Puskesmas Ringinarum yang menekan angka stunting melalui peningkatan gizi pada keluarga kecenderungan melahirkan anak kekurangan gizi atau anak stunting.
Terjadinya stunting ini bisa disebabkan oleh ketidakmampuan keluarga memberikan makanan yang bergizi, atau pola makan anak yang tidak dibiasakan menerima makanan berprotein dan yang bergizi.
Untuk memberikan pemahaman pentingnya gizi untuk anak tumbuh normal dan sehat, Puskesmas Ringinarum meluncurkan inovasi sederhana yang menerjunkan petugas kesehatan ke anggota masyarakat secara door to door. Atau program Inovasi Kader Ojek Gizi (Kajekzi). Dan program ini berhasil masuk jajaran Top 10 IDEA Jawa Tengah 2026 serta menjadi salah satu inovasi unggulan daerah.
Keberhasilan ini diumumkan melalui Surat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah Nomor S/000.9.14/369/2026 tertanggal 11 Juni 2026. Dari sebanyak 142 inovasi kabupaten/kota yang berpartisipasi, Kajekzi menjadi salah satu inovasi unggulan karena memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kendal, Izzuddin Latif dalam kegiatan Coffee morning bersama Forwaken pada Jumat (19/6/2026) di ruang kerja Ka Bapperida.
Selanjutnya dikatakan, capaian dari Puskesmas Ringinarum itu merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang dan ketat. "Sebelum masuk Top 10, seluruh peserta harus melalui tahapan administrasi, penilaian proposal, presentasi hingga wawancara oleh tim penilai IDEA Jateng 2026," paparnya.
Izzuddin menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kendal mengirimkan sejumlah inovasi dalam kompetisi itu, diantaranya : Job Connect Kendal Karier V2, TEKAD KITA BISA, GARUDA SIGAP, Prenatal Gentle Yoga, dan KAJEKZI. Tetapi dari semua proposal yang diajukan hanya dua inovasi berhasil menembus Top 50. Yakni, Prenatal Gentle Yoga dari Puskesmas Cepiring dan KAJEKZI dari Puskesmas Ringinarum.
Diterangkan tentang Kajekzi, merupakan inovasi yang berfocus pada percepatan penanganan stunting melalui pendekatan Edu-Delivery, NutriGO, dan HealthLink. Suatu program yang mengintegrasikan edukasi gizi, distribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta koneksivitas layanan kesehatan dalam satu sistem yang terstruktur dan berbasis komunitas.
Sementara itu Kepala Puskesmas Ringinarum, dr. Zulia Huda, mengatakan, inovasi tersebut lahir dari tingginya prevalensi stunting di wilayah Ringinarum yang mencapai sekitar 10 persen. Juga masih ditemukan adanya kendala pelayanan karena belum bisa menjangkau target sasaran dan edukasi pola asuh yang belum berkelanjutan.
"Untuk menjawab persoalan tersebut, kami luncurkan KAJEKZI dengan tujuan agar angka stunting menurun sekaligus meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pemetaan, dan tindak lanjut intervensi gizi dikehidupan masyarakat," kata dr.Aulia.
Hingga program ini berjalan, dampak yang dirasakan tidak hanya pada perbaikan status gizi balita, tetapi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dengan bertambahnya pendapatan keluarga penerima manfaat, melalui berbagai program pemberdayaan yang terintegrasi dengan kegiatan kesehatan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dr. Anita Dianawati menambahkan, inovasi Kajekzi memiliki potensi besar untuk direplikasi di semua puskesmas di Kabupaten Kendal. Dimana program ini mulai dijalankan sejak 2023 yang dinilai memiliki dukungan SDM dan anggaran yang memadai.
Kedepan, kami akan mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara puskesmas, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa serta Kader Kesehatan untuk lebih bermanfaat.
Izzuddin menutup Coffee morning dengan pemberitahuan, penganugerahan penghargaan IDEA Jateng 2026 dijadwalkan pada 26 Juni 2026 dalam kegiatan rangkaian Pameran Produk Inovasi (PPI) yang diselenggarakan oleh BRIDA Provinsi Jawa Tengah yang akan diserahkan oleh Gubernur Jawa Tengah kepada bupati/walikota yang daerahnya masuk jajaran inovasi terbaik tingkat provinsi.
Sriyanto

0 Komentar