Pena Nusantara | Kendal - Santri Tani Melenial Jayabinangun (STMJ) dalam era pemerintahan Prabowo - Gibran merupakan harapan masa depan bagi generasi penerus bangsa dalam membangkitkan kesadaran memiliki tanah air yang subur untuk terus diolah dengan teknologi pertanian yang modern.
STMJ ini dikatakan oleh Pendiri dan Ketua Umum, Muhammad Sayidil Mursalin dibentuk dalam rangka untuk mewujudkan program Pemerintah terkait ketahanan pangan.
"STMJ yang dibekali ilmu teknologi pertanian modern di Greenland Nglimut Limbangan selama tiga hari berasal dari para santri di Kecamatan. Limbangan, Brangsong, Weleri, Sukorejo, Rowosari, Kangkung, Pageruyung dan Brangsong. Juga diikuti oleh satri dari 4 Kabupaten seperti Kudus, Semarang, Batang dan kabupaten terdekat," tuturnya.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari didampingi Kepala OPD Terkait hadir membuka kegiatan Training Of Trainer (TOT), menyampaikan selamat kepada peserta TOT untuk bisa memanfaatkan kesempatan menimba ilmu pertanian modern yang bisa meneruskan orang tua untuk menjawab tantangan masa kini dalam dunia pertanian dengan memakai teknologi tinggi.
"Integrited Farming adalah konsep membangun pertanian terpadu bertujuan mewujudkan pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dalam mewujudkan ketahanan pangan oleh petani milenial agar dikuasai untuk masa depan Indonesia Maju," pesan Bupati Kendal.
Bupati Dyah Kartika berharap pula, agar petani milenial ini memiliki mental juang yang tinggi dalam menimba ilmu dengan sunguh-sungguh untuk menjawab tantangan lahan yang semakin menyempit dan gersang khususnya di Kabupaten Kendal.
"Petani Milenial ini diharapkan tidak hanya menggeluti pertanian saja tetapi harus bisa memadukan dengan bidang perkebunan, peternakan dan perikanan dalam satu ekosistem untuk menghasilkan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera," pinta Bupati Kendal.
Sementara itu narasumber Eka Haris Suparman menambahkan, sistem integrited Farmin ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani yang berkelanjutan dengan penghasilan harian, mingguan, bulanan dan tahunan dari mengolah pertanian, peternakan dan perikanan misalnya budidaya ayah betelur mendapatkan hasil harian. Sayuran untuk mingguan, dan perkebunan untuk penghasilan bulanan dan pertanian untuk tahunan.
"Petani kedepan harus mandiri dan memiliki keswadayaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan pertanian terintegrasi," pungkasnya.
Sriyanto
0 Komentar