Pena Nusantara | Bondowoso -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan dengan lancar dan tanpa
Nurhayati, S.Pd.I, Koordinator Program MBG SMK 1 Sumberwringin menuturkan, SMK 1 Sumberwringin menjadi salah satu penerima manfaat program MBG pemerintah.
"Siswa-siswa kami jadi penerima manfaat program MBG sejak awal September 2025 ini, dalam pelaksanaannya alhamdulillah lancar sampai sekarang, tidak ada kendala apapun, "kata Nurhayati
Nurhayati menuturkan, setiap hari, dari Senin hingga Jumat, menu MBG didistribusikan ke sekolah itu dari wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Hidayah Rejoagung 1 Sumberwringin yang wilayahnya termasuk melingkupi SMK 1 Sumberwringin.
Nurhayati menambahkan, setiap pekan, jadwal menu MBG yang akan didistribusikan pada siswa selalu diberitahukan oleh pihak sekolah kepada para wali murid melalui grup Whats App (WA) yang dikelola sekolah. Hal ini sekaligus sebagai langkah preventif dan mitigasi jika mungkin ada di antara siswa yang memiliki alergi pada jenis makanan tertentu. Maka orang tua dapat mengingatkan anaknya.
"Alhamdulilah, dari SPPG juga sudah rutin berkomunikasi dengan sekolah, bahwa menu-menu yang disiapkan adalah menu yang aman atau tidak mengandung alergi seperti seafood," katanya
Pihak SMK 1 Sumberwringin pun proaktif meninjau langsung lokasi dapur SPPG yang menyiapkan MBG itu bersama perwakilan wali murid. Untuk melihat proses penyiapan makanan, proses memasak, sampai proses pembersihan peralatan.
"Menu MBG relatif variatif, setiap hari tidak sama, sehingga siswa tidak mudah bosan," Pemberian menu MBG itu setiap harinya dilakukan setiap pukul 08.00 WIB.
"Saat makanan dibagikan, kami selalu imbau para siswa segera menyantapnya karena untuk antisipasi jika terlalu lama nanti berpotensi menjadi basi, karena makanan ini kan dimasak sejak pagi bahkan subuh," tuturnya
Ia menambahkan program MBG ini sangat bermanfaat sebagai bagian pemenuhan gizi siswa sekaligus mendukung kebutuhan energi mereka dalam beraktivitas di sekolah. Sebab SMK 1 Sumberwringin sendiri merupakan sekolah kejuruan yang materinya banyak menekankan pada praktik-praktik yang lebih membutuhkan pasokan energi bagi siswa.
Sugiono, M.Pd, Kepala Sekolah juga menuturkan, program MBG ini senantiasa jadi perhatian dan pengawasan pihak sekolah. Agar siswa yang menerimanya juga memperoleh manfaat.
Sugiono menambahkan, dalam program MBG ini sangat membantu bagi siswa dan mengurangi uang jajan setiap harinya. Dan jika ada siswa yang tidak mau mengambil makanan pun tak akan dipaksakan.
"Sejauh ini rata-rata siswa yang menerima MBG ini cukup senang karena program ini tak hanya jadi upaya pemenuhan gizi dan nutrisi rutin bagi siswa, namun juga bisa membantu mereka berhemat, "pungkasnya, Selasa (05/05/26).
(Rudi)

0 Komentar