Pena Nusantara | Bondowoso – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan Doa Bersama Panen dan Buka Giling Kopi Arabika Tahun 2026 yang digelar di Pabrik Pengolahan Kopi Java Coffee Estate, Dusun Kampung Baru, Desa Kalisat, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Senin (11/5/2026). Kegiatan bertema “Memetik Dengan Syukur, Menggiling Dengan Semangat, Menjaga Harapan Untuk Masa Depan” tersebut dihadiri sekitar 450 peserta dari unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga pekerja perkebunan kopi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito, Forkopimcam Ijen, Danki Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor Bondowoso AKP Hariyanto, SH, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bondowoso Hadi Harsanto, SH., MH, serta jajaran manajemen PTPN I Regional 5 Blawan. Kegiatan diawali dengan doa bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pemberian santunan kepada anak yatim, hingga prosesi buka giling kopi Arabika sebagai tanda dimulainya pengolahan hasil panen tahun 2026.
Manajer JCE PTPN I Regional 5 Blawan, Hastudi Yunarko, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses panen kopi tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa proses panen dan penggilingan kopi melibatkan sekitar 4.000 tenaga kerja dengan total perputaran upah mencapai kurang lebih Rp3 miliar. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa sektor perkebunan kopi mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, SEVP Operation JCE PTPN I Regional 5 Blawan, Asep Sontani, menyampaikan bahwa target panen kopi kering tahun 2026 mencapai sekitar 1.300 ton. Ia menilai kebersamaan antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga keberhasilan produksi kopi Bondowoso. Selain itu, ia menegaskan pentingnya kejujuran, kerja keras dan konsistensi dalam menjaga kualitas kopi agar tetap mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito mengaku bangga dapat hadir dalam momentum panen kopi Arabika Bondowoso yang dinilai memiliki nilai strategis bagi daerah. Ia bahkan menyebut kopi Bondowoso kini memiliki potensi besar karena telah menembus pasar ekspor. Dandim juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, PTPN, stakeholder dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor perkebunan kopi di wilayah Ijen.
“Kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang perjuangan, kesabaran dan harapan masyarakat. Saya berharap panen tahun ini membawa keberkahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” ujar Letkol Inf Prawito. Kegiatan kemudian ditutup dengan tausiah, doa bersama, prosesi potong tumpeng dan simbolis buka giling kopi yang berlangsung aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan.
(Pendim 0822/Yetno)

0 Komentar