Pena Nusantara | Kendal -- Perkembangan teknologi informasi dan digital saat ini semakin membutakan mata generasi muda dari lingkungan alam disekitarnya. Kemauan, keinginan dan cita-cita mulai bergeser ke hal-hal yang instan dan menjerumuskan. Falsafah Jawa "Sopo nandur bakal tukul (Siapa menanam akan menuai hasil) sudah mulai hilang dari benak pikirannya.
Indonesia yang terkenal dengan tanah subur, semua yang ditanam pasti tumbuh dan berbuah akan berangsur-angsur pudar. Untuk itu upaya penyelamatan, yakni dengan pemberdayaan generasi muda melalui karang taruna untuk berani terjun ke sawah dan ladang. Mereka tidak serta merta langsung terjun ke dunia pertanian tetapi akan dibekali dengan ilmu dan teknologi pertanian sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
Kepeloporan bidang pertanian di Kabupaten Kendal
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza mengatakan, keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah semakin berkurangnya jumlah petani usia produktif. Ia menyebut, Karang Taruna siap menjadi bagian dari gerakan regenerasi petani di Kabupaten Kendal.
Nattaya Kenenza yang biasa dipanggil Naya mengungkapkan bahwa anak muda harus mulai berani melihat pertanian sebagai peluang, bukan sekadar pekerjaan tradisional. "Tentunya harus dikelola dengan inovasi dan semangat kolaborasi bahwa pertanian bisa menjadi sektor yang menjanjikan," katanya.
Dalam kegiatan Santri Tani Melenial Jayabinangun di rumah dinas Bupati Kendal pada Sabtu (2/5/2026), Nattaya menegaskan, sinergi antara organisasi kepemudaan, kelompok tani, pesantren, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mencetak petani muda yang tangguh dan mandiri. "Karang Taruna Kendal akan terus mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam penguatan ketahanan pangan daerah," tegasnya.
Dalam penguatan pangan daerah ini, di tingkat Kabupaten dan Kota sudah terbentuk organisasi kolaboratif (STMJ) yang terdiri antara lain : organisasi kepemudaan, kelompok tani, pesantren dan pemerintah daerah untuk mencetak petani muda yang tangguh dan mandiri.
Pendiri dan Ketua Umum STMJ, Muhammad Sayidil Mursalin menjelaskan, kegiatan di rumdin Bupati Kendal ini dalam rangka dikumpulkan untuk persiapan mengikuti diklat (training of trainer) yang berkaitan dengan pendidikan pertanian dan pelatihan pendampingan dalam mengarah kepada pertanian terpadu.
Tujuannya, dikatakan dalam upaya untuk mewujudkan program Pemerintah terkait ketahanan pangan dan swasembada pangan. "Pemuda sudah dimulai mencoba mempraktekan ilmunya dalam bidang peternakan, pertanian, perkebunan dan holtikultura," ujarnya.
Terkait dengan STMJ ini dikatakan adalah organisasi milenial sebagai generasi penerus petani Indonesia. "Jawa Tengah ada 8 Kabupaten pilot project karang taruna. Dan Jogja pilot project adalah pramuka. Setiap provinsi pilot projectnya tidak sama," pungkasnya.
Sriyanto

0 Komentar