Pena Nusantara I Pamekasan, Jatim,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi perhatian serius demi kesehatan dan kebutuhan gizi para siswa, kini justru menuai sorotan tajam. Dugaan makanan yang tidak layak konsumsi ditemukan dalam pembagian MBG di SD Patemon, Kabupaten Pamekasan.Selasa(12/5)
Dalam menu makanan yang dibagikan kepada siswa, diduga terdapat telur puyuh yang masih mentah namun tetap diberikan kepada anak-anak sekolah dasar. Kejadian tersebut sontak membuat sejumlah wali murid dan masyarakat kecewa serta mempertanyakan kualitas pengawasan program MBG di sekolah tersebut.
Program yang seharusnya membantu meningkatkan kesehatan dan semangat belajar siswa dinilai jangan sampai dilakukan asal-asalan tanpa memperhatikan mutu dan kelayakan makanan. Apalagi yang menerima makanan tersebut merupakan anak-anak usia sekolah yang membutuhkan asupan sehat dan higienis.
“Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Jangan sampai makanan yang dibagikan justru tidak layak dikonsumsi. Harus ada kontrol yang benar sebelum makanan dibagikan,” ungkap salah satu wali murid.
Kejadian ini memunculkan tanda tanya besar terkait sistem pengawasan mulai dari proses memasak, pengecekan kematangan makanan, hingga distribusi kepada siswa. Banyak pihak menilai lemahnya kontrol dapat mencoreng tujuan baik dari program MBG itu sendiri.
Masyarakat pun meminta pihak sekolah, penyedia makanan, serta instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Pengawasan ketat dianggap sangat penting supaya program MBG benar-benar memberi manfaat bagi siswa, bukan malah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.(PN/Tika)

0 Komentar