Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pdt GKJTU Kendal, Yohanes Setiyanto Ingat Pesan Yesus Sebelum Naik Ke Surga Jangan Takut, Aku Menyertaimu


Pena Nusantara | Kendal
-- Hukum yang utama yang diajarkan oleh Yesus saat berada di bumi ini, adalah hukum yang tidak untuk menghakimi, menganiaya, memperdaya dan memenjarakan orang yang melakukan kesalahan, melainkan hukum yang mengampuni orang yang bersalah. Dan Yesus di dunia ini tidak hanya mengampuni dosa manusia saja, tetapi untuk melepaskan ikatan dosa dan hukuman kekal yang digantikannya dengan sukacita dan hidup kekal di surga.

Peristiwa kenaikan Isa Almasih (Yesus Kristus) yang diperingati oleh umat Nasrani se dunia ini menjadi fundamental iman percaya kepada Yesus bahwa Yesus itu tidak saya Tuhan dan Juru Selamat umat manusia, tetapi Dia adalah yang memiliki kerajaan surga. 

Ini ditegaskan didalam Firman Allah (Injil Yohanes 14 : 2 dan 3) Yesus mengatakan : "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada."

Yesus berjanji ini kepada murid-muridnya yang juga disaksikan oleh sekitar 500 orang di Galilea setelah kebangkitannya selama 40 hari. "Ini bukti sejarah dan kebenaran Firman Allah didalam Injil Perjanjian Baru yang dipercaya umat Krisriani dan orang percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat umat manusia di bumi ini," kata pengkotbah Pendeta Yohanes Setiyanto pada kebaktian Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) Kendal pada hari Kamis (14/5/2026).

Pendeta Yohanes Setiyanto menegaskan, bahwa sentral kehidupan manusia itu bukan dari diri sendiri, melainkan dari Yesus. Sebab dikatakannya bahwa segala sesuatu itu berasal dari Yesus dan untuk Yesus. "Orang percaya itu akan merugi bila selalu mengandalkan kekuatan dan pikirannya. Karena Dia itu memiliki kuasa untuk mengubah apa saja,  lebih-lebih segala masalah yang dihadapi seseorang yang hal itu tak bisa diatasinya. Bagi Dia tidak ada yang mustahil untuk diselesaikan asalkan percaya dengan sungguh dan segenap hati," imbuhnya.

Orang sering fokus pada masalah dan keinginan yang melupakan bahwa Yesus itu mampu merubah segala sesuatunya dan membebaskan manusia dari beban hidup dan masalah yang dihadapi. Untuk itu, kepada para jemaat GKJTU Kendal, Yohanes Setiyanto meminta untuk selalu menyerahkan dan percaya kepada Yesus saja. Karena Yesus berkata, "Kepada-Ku diberikan kuasa di bumi dan di surga".

Dicontohkan, bila Yesus itu memiliki kuasa untuk mengubah seseorang dalam sekejap yakni Rasul Paulus yang dahulu adalah Saulus prajurit Romawi yang menganiaya pengikut-pengikut Yesus dibuat buta matanya di Damsyik. Yesus menemuinya yang hanya bersuara "Saulus, Saulus mengapa engkau menganiaya Aku"

Yesus menemui Saulus seperti sinar yang menyilaukan mata hingga ia menjadi buta yang disuruh pergi ke Damsyik, dimana ia akan diberitahukan apa yang harus dilakukan. Sementara itu, Yesus mengutus Ananias untuk menemui Saulus di rumah Yudas di jalan Lurus, menumpangkan tangan diatasnya agar penglihatan Saulus pulih, dan agar ia penuh dengan Roh Kudus.

Dari peristiwa penyaliban Yesus, mati dan bangkit hingga naik ke surga, dikatakan Yohanes ini merupakan proses yang dihadapi oleh orang percaya. Bahwa manusia akan mengalami kematian dan kebangkitan serta hidup kekal di surga.

"Yesus menjanjikan hidup kekal dan tempat di surga bagi orang yang percaya kepada-Nya di beberapa ayat kunci, terutama dalam Yohanes 14:2-3, di mana Ia menyatakan pergi untuk menyediakan tempat bagi orang percaya di rumah Bapa. Janji ini juga ditegaskan dalam Yohanes 3:16 (hidup kekal) dan Yohanes 11:25-"

Sriyanto

Posting Komentar

0 Komentar