Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pesan Paskah Jumat Agung, Mengajak Umat Berserah, Bertobat dan Menghayati Pengurbanan Yesus Di Kayu Salib


Pena Nusantara | Kendal
-- Begitu besarnya Kasih Allah kepada dunia ini sehingga Allah mengorbankan AnakNya (Yesus) mati di kayu salib untuk menggantikan dosa-dosa umat manusia di bumi ini.

Pengorbanan Yesus di Kayu Salib sebagai simbol penebusan dosa manusia ini tertulis didalam Kitab Perjanjian Baru (Injil) yang menjadi bukti sepanjang masa bahwa Kasih Allah kepada manusia tak terbatasi oleh pelanggaran dan kesalahan yang diperbuat umat ciptaanNya.

Peristiwa kematian Yesus yang jatuh pada hari Jumat (33 Masehi), disebut sebagai Jumat Agung atau Paskah. Dan dalam kebaktian Paskah Tahun ini (3/4/2026), menyampaikan pesan untuk mengajak umat berserah, bertobat dan meneladani Kasih tulus Kristus di tengah penderitaan. Dimana momen ini menekankan pengampunan, pemulihan, dan harapan baru dalam kesukaran hidup di dunia saat ini.

Pendeta Triatmojo, pengembala jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kendal dalam kotbah di kebaktian Paskah (3/4/2026) menyampaikan pesan Paskah agar umat Kristiani khususnya di Kabupaten Kendal, merenungkan dan menghayati makna terdalam dari penderitaan dan kematian Yesus Kristus.

Ini dimanifestasikan  dengan perilaku dan tindakan nyata untuk saling mengasihi dan merawatnya. Diakui, ini tidak mudah. Karena untuk merawat cinta kasih itu membutuhkan pengorbanan yang tidak sekedar meluluhkan hati yang terkasih, atau tak sekedar menerima hal yang tak selamanya indah. "Dalam merawat cinta kasih itu juga butuh kerendahan hati dan saling asah, asuh dan asih," kata Pendeta Triatmojo.

Didalam kotbahnya di depan jemaat, dikatakan bahwa keheningan Jumat Agung untuk merenungkan dan menghayati makna terdalam dari penderitaan dan kematian Yesus Kristus. "Ia yang tidak berdosa, telah memikul dosa seluruh dunia, dan melalui salib-Nya, Kasih Allah dinyatakan dengan sempurna bagi manusia, sesama dan bagi seluruh ciptaan," demikian pernyataan Firman Allah.

Kepada umat Kristiani di Kendal, diminta untuk mengerti, tetap tinggal, merenung dalam gelapnya dunia untuk diam menanti dan mengasihi-Nya dalam mawas diri. Terus menguatkan iman dan pengharapan hidup yang kekal seperti yang dijanjikan Yesus saat bersama murid-murid. Sebelum naik ke surga, Yesus berkata "Aku akan menyertai kamu hingga kesudahannya".

Ingat, kematian itu bukan akhir dari segalanya, tetapi awal dari menuju kehidupan baru. Untuk itu bersukacitalah dalam kebangkitanNya. Karena Yesus itu bangkit untuk mengalahkan maut, mengalahkan kematian agar ada sukacita seluruh alam raya. Kebangkitan Kristus adalah awal ciptaan baru yang menyatakan bahwa keadilan, rekonsiliasi, dan pemulihan diperuntukkan bagi seluruh ciptaannya.

Ksebangkitan Kristus menjadi pusat karya pemulihan Allah terhadap dunia. Ia memulihkan yang retak, menegakkan yang runtuh, serta mengubah yang dianggap remeh dan kecil menjadi berharga.

Sriyanto

Posting Komentar

0 Komentar