Pena Nusantara |Pontianak Kalbar - Dari berbagai hasil Tim Investigasi Redaksi di lapangan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seharusnya menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas usaha. Namun di lapangan, praktiknya masih jauh dari harapan. Di sejumlah sektor usaha di Kalimantan Barat, K3 kerap dipandang sebatas formalitas, bukan kebutuhan mendasar. Akibatnya, potensi kecelakaan kerja terus mengintai para pekerja setiap hari,
Selasa (07/04/26)
Padahal, regulasi terkait K3 di Indonesia telah jelas dan tegas. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat telah berupaya mendorong implementasi K3 secara menyeluruh. Pengawas ketenagakerjaan, Perusahaan Jasa K3 (PJK3), hingga pekerja dan pengusaha didorong untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, ungkapnya.
Namun realitas di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Masih banyak perusahaan yang abai terhadap standar keselamatan, bahkan pada sektor dengan risiko tinggi yang melibatkan interaksi langsung antara manusia dan alat berat. Minimnya kesadaran ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga mencerminkan lemahnya komitmen manajemen dalam melindungi pekerja.
“Zero accident” yang sering digaungkan justru kerap berhenti pada slogan. Tanpa implementasi nyata, pekerja tetap berada dalam posisi rentan. Ironisnya, pekerja sebagai aset utama perusahaan justru menjadi pihak yang paling berisiko menanggung dampak kelalaian tersebut.
Pengawasan yang belum optimal serta kurangnya efek jera terhadap pelanggaran menjadi celah yang dimanfaatkan sebagian pelaku usaha. Di sisi lain, sosialisasi K3 dinilai masih belum menjangkau seluruh lapisan pengusaha, khususnya di sektor informal dan usaha skala menengah ke bawah.
Pemerintah daerah melalui instansi ketenagakerjaan dituntut untuk tidak hanya melakukan pengawasan administratif, tetapi juga pemetaan risiko dan pendekatan persuasif yang lebih masif. Peran media dan pers juga menjadi penting dalam mengungkap praktik-praktik yang mengabaikan keselamatan kerja, sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas.
Sudah saatnya K3 tidak lagi dipandang sebagai beban biaya, melainkan investasi jangka panjang. Sebab di balik setiap kecelakaan kerja, ada nyawa yang dipertaruhkan dan masa depan keluarga yang terancam.
"Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya pekerja yang dirugikan, tetapi juga stabilitas produktivitas dan kekuatan ekonomi daerah. K3 bukan pilihan—melainkan keharusan yang tidak boleh ditawar".
Sumber : Tim Investigasi Redaksi
Syaiful/Red

0 Komentar