Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemerintah Pastikan Kesiapan Pelabuhan Merak Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026


Pena Nusantara
| MERAK
– Pemerintah bergerak cepat memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026. Fokus utama tertuju pada lintas penyeberangan Merak–Bakauheni yang menjadi urat nadi penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.

Menko PMK Pratikno, bersama jajaran menteri dan pimpinan TNI-Polri, meninjau langsung kesiapan Pelabuhan Merak, Banten, pada Jumat (13/3/2026). Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga agar pergerakan jutaan pemudik tahun ini berjalan aman dan terkendali.

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di area pelabuhan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan strategi delaying system. Kendaraan akan diarahkan ke sejumlah titik bufferzone seperti Rest Area KM 43 dan KM 68 Tol Tangerang-Merak sebelum diizinkan masuk ke dermaga.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik dan mengikuti arahan petugas di lapangan," ujar Menko PMK Pratikno dalam rapat koordinasi tersebut.

Senada dengan hal itu, Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa tahun ini tidak ada lagi penjualan tiket fisik di pelabuhan. Pengguna jasa wajib memiliki tiket maksimal H-1 keberangkatan melalui aplikasi Ferizy.

"Pastikan sudah bertiket sebelum tiba di pelabuhan. Tiket bisa dipesan sejak H-60. Kami juga meminta masyarakat menghindari calo demi keamanan transaksi," tegas Heru.

Ada yang berbeda pada layanan tahun ini. Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi hadirnya fasilitas ramah anak di area pelabuhan, mulai dari ruang bermain hingga ruang rehat yang nyaman. Hal ini diharapkan dapat mengurangi tingkat stres pemudik, terutama keluarga yang membawa balita.

Dari sisi keamanan, Polri dan TNI menyiagakan ribuan personel gabungan. Sebanyak 1.185 personel ditempatkan di titik-titik krusial Merak, sementara 741 personel menjaga kelancaran di Bakauheni.

Berdasarkan data Posko Merak per 12 Januari 2026 (H-9), tercatat pergerakan penumpang mulai menunjukkan aktivitas meski secara statistik mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu :

  • Total Penumpang (Jawa ke Sumatera): 41.171 orang (turun 19,4%).
  • Total Kendaraan: 10.117 unit (turun 18,1%).
  • Truk Logistik (Sumatera ke Jawa): Justru mengalami kenaikan sebesar 25,6% dengan total 4.425 unit.

Pemerintah memprediksi angka ini akan melonjak tajam mendekati hari libur nasional, mengingat durasi libur Lebaran 2026 yang cukup panjang. Masyarakat diharapkan dapat melakukan mudik lebih awal untuk menghindari puncak kepadatan. (Roy Shandy)

Posting Komentar

0 Komentar