Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Ribuan Massa FPBM Padati Pendopo Pamekasan, Suarakan Tuntutan Keadilan Cukai Tembakau


Pena Nusantara
| Pamekasan
– Ribuan massa yang tergabung dalam Forum Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Lokal Madura (FPBM) turun ke jalan dan memadati kawasan sekitar Pendopo Kabupaten Pamekasan, hari ini. Aksi berlangsung damai, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, sebagai wujud kepedulian rakyat Madura terhadap masa depan industri tembakau lokal.Selasa(10/2)

Massa aksi yang terdiri dari petani tembakau, buruh pabrik rokok lokal, serta pelaku usaha kecil menengah hasil tembakau itu menyuarakan seruan bersama agar negara hadir secara adil dan berpihak pada usaha rakyat. Dalam orasinya, FPBM menegaskan bahwa tembakau bukan sekadar komoditas, melainkan urat nadi ekonomi Madura yang menyerap banyak tenaga kerja dan menopang ribuan keluarga.

FPBM menyampaikan tuntutan utama kepada pemerintah dan Bea Cukai Madura;
- FPBM meminta Kantor Bea Cukai Madura memperkuat pembinaan bersama rakyat, bukan semata mengedepankan pendekatan penindakan. Pembinaan dinilai jauh lebih efektif dalam menciptakan kepatuhan dan keberlangsungan usaha.
-massa aksi mendesak agar Bea Cukai memberikan kemudahan dalam pengurusan izin usaha bagi setiap pelaku usaha tembakau, khususnya industri kecil dan rumahan. Proses perizinan yang sederhana dan transparan diyakini mampu mendorong legalitas usaha serta menekan praktik-praktik ilegal.
-FPBM meminta pemerintah dan Bea Cukai memberikan jalan keluar konkret atas persoalan tingginya harga cukai yang dinilai sangat memberatkan pelaku industri hasil tembakau Madura, terutama yang berskala kecil dan bersifat padat karya. Kenaikan cukai tanpa solusi dinilai berpotensi mematikan usaha rakyat dan mengancam lapangan kerja.
-FPBM menegaskan agar aparat penegak hukum (APH) dan Bea Cukai tidak serta-merta melakukan penangkapan dan penindakan, sebelum ada solusi yang jelas bagi buruh dan petani tembakau.

 Penegakan hukum, menurut FPBM, harus disertai pendekatan humanis dan berkeadilan sosial.
Dalam pernyataan sikapnya, FPBM menegaskan bahwa seluruh tuntutan tersebut bukan bentuk perlawanan, melainkan ajakan kolaborasi. FPBM ingin menciptakan kepastian hukum, menjaga ketertiban sosial, serta memberikan perlindungan nyata bagi usaha rakyat demi mendorong kemajuan ekonomi Madura yang berkelanjutan dan berkeadilan.

FPBM juga menyatakan kesiapan untuk terus berdialog dan bekerja sama dengan seluruh pihak, baik pemerintah daerah, Bea Cukai, aparat penegak hukum, maupun pemangku kepentingan lainnya, demi terwujudnya Madura yang aman, tertib, sejahtera, dan bermartabat.

Aksi damai ini pun menjadi penegasan bahwa suara petani dan buruh Madura adalah suara yang ingin didengar, dihargai, dan dijadikan bagian dari solusi bersama.Pewarta(Mul)

Posting Komentar

0 Komentar