Laskar Anti Korupsi Indonesia atau LAKI melihat OJK selalu tampil dan pamer kegiatan yang belum tentu membuahkan manfaat bagi negara, ungkap Ketua Umum DPP LAKI sekaligus Ketua Umum Media Centre Indonesia Burhanuddin Abdullah,SH saat di temui awak media Rabu (11/02/26).
Ia menambahkan kembali LAKI berharap OJK lebih berkwalitas kinerjanya bila mampu terbuka terhadap para penerima kredit yang macet dan bermasalah. Publik ingin tahu juga berapa Uang negara yang digunakan oleh para pengusaha melalui pinjaman melalui Bank yang macet dan nakal.
Jangan hanya mampu pamer keberhasilan Bank yang telah menyalurkan pinjaman. Namun publik juga ingin tahu Bank mana yang menyalurkan pinjaman yang bermasalah. Ini menyangkut uang negara dan OJK menjadi bagian lembaga yang ikut bertanggungjawab melalui pengawasan dan pembinaan. Begitu juga OJK punya tupoksi dalam melakukan pemantauan terhadap bank tanpa ijin yang dikenal dengan Bank Riba, LAKI minta OJK terbuka kredit macet dan nakal. Bukan hanya mampu pamer kegiatan.
OJK berdasarkan UU No. 21 Tahun 2011jelas lembaga negara yang independen memiliki peran dalam jasa keuangan dengan tugas pokok mengatur, mengawasi dan menyidik pada sektor keuangan
Harapan publik juga ingin tahu bank mana yang menyalurkan kredit macet dan bank mana yang telah melanggar aturan. Ini kan perlu OJK sampaikan ke publik.
Jangan OJK mampu terbuka dalam pamer kegiatan namun tertutup bagi permasalahan,ini lembaga negara yang belum sukses dan berhasil dalam kinerjanya,perlu di evaluasi tutur Burhan Ketua Umum DPP Laki yang juga ketua kord Nasional Media Centre Indonesia.
Laki akan pantau kinerja OJK, karena OJK juga bagian dari lembaga yang akan mampu mencegah tindak pidana korupsi.
Sumber : Humas DPP LAKI & Media Centre Indonesia
Syaiful/Fety

0 Komentar