Pena Nusantara | Bondowoso -- Kerusakan Proyek Pembangunan Jalan Usaha Tani Milik Desa Wonoboyo yang terletak di RT/RW, 12/01, Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso, Pembangunan Tembok Penahan Tanah Diduga asal jadi sehingga bangunan tersebut yang baru masih baru seumur jagung atau baru satu bulan lebih sudah ambruk, Minggu (08/02/26)
“Proyek itu baru satu bulan lebih selesai dikerjakan sudah mengalami kerusaksan yang sangat parah, itu diduga karena terjadi kegagalan konstruksi,” ungkap warga yang minta tidak dituliskan namanya pada hari jumat (06/02/26). Dia menyatakan, proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) namun kerusakannya sangat parah. Dinding ambrol, sehingga pengguna jalan tersebut terkendala,” ungkapnya
“Terlihat jelas pasangan pondasi yang yang ambrol, kan jelas terlihat bahwa pekerjaan galian untuk pondasi asal asalan, tidak dikerjakan sesuai spek, kerusakan proyek tersebut terjadi dalam waktu seumur jagung,” timpal sumber lainnya.
Dia menuding, kerusakan itu karena kegagalan konstruksi. Pondasi dan bahan yang digunakan tidak sesuai takaran spesifikasi dalam rencana anggaran biaya (RAB). Jika bahan yang digunakan untuk pembangunan itu sesuai spesifikasi, dipastikan tidak mudah rusak. Apalagi, kata dia, sejauh ini kondisi cuaca cenderung normal. Tidak ada hujan dengan intensitas tinggi. Tetapi, Tembok Penahan Tanah (TPT) itu bisa hancur. Menurut dia, campuran semen terlalu sedikit. Akibatnya, meski hanya diair dengan volume rendah, saluran itu rusak.
Dinas PUPR Bondowoso wajib bertanggung jawab dengan proyek pembangunan tersebut dan harus dibangun kembali. “Jika hanya diperbaiki sebagian, akan rusak kembali. Sebab, bahan yang digunakan di sepanjang jaringan itu sama. Kemudian, kerusakannya menyeluruh. Jika perbaikan hanya di beberapa titik akan kembali rusak,” terang dia. “Jika dibiarkan, bisa merambah pada bagian dinding Kalau dibiarkan kerusakannya tambah parah, akan tambah banyak biaya yang dikeluarkan,” ujarnya.
“Kalau melihat fakta hasil pekerjaan itu sudah jelas ada indikasi kerugian keuangan negara, yang mana proyek tersebut baru satu bulan lebih sudah mengalami kerusakan yang sangat parah, itu jelas ada indikasi proyek gagal kontruksi, dan dari pihak APH harus turun untuk penyelidikan atas dasar dari aduan dari masyarakat,” pungkasnya.
Saat kami bersama tim mencoba menghubungi pendamping desa Wonoboyo lewat via WhatsApp terkait ambuknya plengsengan atau tembok penahan tanah mengatakan sudah saya sampaikan sama buk kades mas, "terangnya
Saat kepala desa wonoboyo Tubaini dikonfirmasi melalui via WhatsApp namun tidak ada respon atau memilih bungkam juga cuma dibaca dari pertanyaan kami dan sampai pemberitaan ini kami terbitkan.
Proyek yang sudah jelas menggunakan anggaran dana negara tersebut digarap adal-asalan sehingga belum lama sudah ambruk.
(Rudi)

0 Komentar