Pena Nusantara | Kendal -- Kunjungan Walikota Sue Machi, Mr Shuchi Hiramatsu di Kabupaten Kendal selama tiga hari dari 26 - 28 November 2025, diantara yang terakhir di Desa Purwosari dan Desa Tamanrejo Kecamatan Sukorejo.
Walikota Sue Machi ditemani Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, Kepala Dinas Terkait, Camat Sukorejo dan Kepala Desa Setempat pada Jumat (28/11/2025) di desa Purwosari untuk melihat kebun kopi yang dipandu penterjemah berbincang-bincang dengan petani kopi.
Kopi yang dihasilkan petani itu dikenal jenis Robusta, Arabica dan ekselsa. Sementara Walikota Sue Machi masih mendalami jenis kopi dengan cita rasa yang cocok dengan membawa sample produk kopi yang dipajang balae desa Tamanrejo.
Kunjungan Walikota Sue Machi dari Negeri Sakura ini menjadi momen penting dalam menggalang kerja sama kedepan khususnya untuk memperlihatkan potensi kopi Kendal yang memastikan kualitasnya untuk mampu menembus pasar kopi di Jepang.
Dalam kesempatan itu, Ridho Sudarmo dari perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, kerjasama antara Bupati Kendal dengan Walikota Sue Machi itu diharapkan dapat membuka peluang ekspor kopi Kendal ke Jepang.
Dia mengingatkan kepada petani kopi untuk menjaga kualitas dan kejujuran dalam setiap tahapan pemilihan produk yang diekspor. Ditambahka, "Orang Jepang tidak mau ditipu, sekali saja selanjutnya sudah tidak mau lagi kerjasama."
Hal ini ditegaskan pula oleh bupati Tika,
"Jangan sekali-kali mencoba menyalahi kualitas kopi yang akan diekspor. Sebab jika hal itu terjadi, maka akan kehilangan kesempatan dan tidak dipercaya lagi".
Bupati Kendal juga meminta, petani kopi harus konsisten dengan stock kopinya. Karena dalam aturan ekspor, barang yang diekspor harus orisinil dan sesuai dengan perjanjian kerjasama.
"Volume dan kualitas barang harus dijaga. Contoh, sudah ditetapkan pengiriman 500 kilogram kopi dengan kualitas sesuai pesanan ya harus dipenuhi jangan dicampur dengan kopi lain meski campurannya kualitasnya lebih bagus," pinta bupati Kendal.
Produksi kopi di wilayah Kendal ini cukup melimpah, di Kecamatan Plantungan jenis Robusta ada 419,5 hektar menghasilkan produksi 545,35 ton. Arabica 12,17 hektar hasilkan kopi 12,67 ton. Dan Sukorejo, Robusta ada 320,3 hektar hasilkan biji kopi 360,33 ton. Arabica, 57,2 hektar hasilkan 43,99 ton.
Untuk harga jenis biji kopi, disampaikan Khusnan anggota Poktan Desa Tamanrejo untuk Rubusta kering Rp 65 rb per kg. Ekselsa Rp 70 ribu per kg kering.
Harapannya dikatakan, harga jual kopi kering bisa naik. Juga dengan adanya kunjungan walikota dari Jepang di Sukorejo ini mendorong petani kopi lebih semangat untuk meningkatkan produksi dan menjaga kualitas dengan harapan kopi Kendal menjadi komoditi ekspor unggulan di Kabupaten Kendal.
(Sriyanto)

0 Komentar