Pena Nusantara | Jakarta -- Hari ini, saya bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Pak @rachmatpambudy, Gubernur @bank_indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua DK @ojkindonesia Mahendra Siregar mewakili Pemerintah menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi XI @dpr_ri membahas kesimpulan atas Panja Pertumbuhan, Panja Penerimaan Negara, dan Panja Defisit.
Alhamdulillah, hari ini kami juga telah menyepakati Kesimpulan Besaran Asumsi Dasar Ekonomi Makro dan Target Pembangunan dalam KEM-PPKF yang akan menjadi acuan dalam perancangan APBN TA 2026, berikut detailnya:
- Pertumbuhan Ekonomi (%, yoy): 5,2 - 5,8
- Inflasi (%, yoy): 1,5 – 3,5
- Nilai Tukar Rupiah (Rupiah/1 US Dollar): 16.500 – 16.900
- Tingkat Suku Bunga SBN 10 Tahun (%): 6,6 – 7,2
- Tingkat Pengangguran Terbuka (%): 4,44 – 4,96
- Tingkat Kemiskinan (%): 6,5 – 7,5
- Gini Rasio Indeks (indeks): 0,377 – 0,380
- Indeks Modal Manusia (indeks): 0,57
- Indikator Kesejahteraan Petani (indeks): 0,7731
- Proporsi Penciptaan Lapangan Kerja (%): 37,95
Terima kasih kepada Komisi XI DPR RI dan seluruh pihak yang telah memberi masukan dan melihat secara teliti asumsi dasar ekonomi makro ini, sehingga proses pembahasan berjalan lancar.
Kesepakatan hari ini akan menjadi modal bagi Pemerintah untuk mempertajam desain RAPBN 2026.
Mari kita terus mengupayakan bersama agar APBN mampu menjadi instrumen andalan yang menciptakan “The Greatest Good for The Greatest Many” untuk rakyat Indonesia seperti harapan Presiden @prabowo.
Dari Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI
Jakarta, 7 Juli 2025
(Red)
0 Komentar