Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Hari Jadi Kabupaten Kendal Ke-420, Bupati Dyah Kartika Permatasari Gelar Wayang Kulit Lakon Srikandi Mbangun Kendal



Pena Nusantara | Kendal -- Malam jelang Hari Jadi Kabupaten Kendal Ke-420, alun-alun Kendal dipenuhi warga masyarakat menikmati tontonan wayang kulit yang dimainkan oleh Ki Dalang Mangun Yuwono dari Pemalang dengan lakon "Srikandi Mbangun Kendal" pada Minggu Malam (27/7/2025).

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyerahkan wayang Srikandi kepada Ki Dalang sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit yang dimulai pukul 21.00 wib berakhir 2.30 wib dikarenakan alun-alun Kendal pada Senin Pagi digunakan untuk upacara Hari Jadi Kabupaten Kendal Ke-420 Tahun 2025.

Pagelaran wayang dihadiri Bupati Kendal, Wakil Bupati Kendal, Pj Sekda Kendal,  Forkopimda, Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD Terkait, Camat, Ketua DPRD dan Fraksi DPRD Kendal, Ketua Pepadi Kendal dan Masyarakat Kabupaten Kendal dan sekitarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando RAD Bonay selaku panitia penyelenggara melaporkan bahwa kegiatan gelar wayang kulit pada Minggu, 27 Juli 2025 terselenggara atas kerjasama Dinas Dikbud dengan Pepadi Kendal sebagai kegiatan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kendal Ke-420 Tahun 2025 dengan tujuan untuk menghibur masyarakat Kendal yang mengambil hikmah dari lakon Srikandi Mbangun Kendal.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dalam sambutannya mengatakan, pagelaran wayang kulit ini sebagai upaya pelestarian kesenian tradisional dan nguri-nguri budaya lokal. "Ketika saya melihat kebawah banyak para pelaku seni  yang berharap bisa tampil dalam rangkaian hari jadi Kendal seperti kuda lumping, warokan dan wayang sebagai pilar kebudayaan. Saya berharap adanya kesadaran para generasi muda mengenal kebudayaan sendiri yang adiluhung," ujar bupati Kendal.

Lakon "Srikandi Mbangun Kendal" dalam cerita wayang kulit malam ini dipaparkan Bupati Kendal bertujuan untuk memunculkan figur wayang Srikandi sebagai gambaran kesamaan gender. "Kebetulan Kabupaten Kendal dipimpin seorang Srikandi, dan harapan saya akan muncul Srikandi-Srikandi Kendal yang mampu membangun Kabupaten Kendal lebih baik dan lebih sejahtera," ungkap bupati Tika.

Selain itu dikatakan bahwa wayang itu adalah tontonan yang sekaligus tuntunan sehingga figur dalam lakon wayang ini bisa menjadi contoh dan inspiratif. "Yang membangun Kendal tidak hanya bupatinya saja tetapi Srikandi lain yang ada di Kendal," harapannya.

Sementara itu dilain tempat, Murdoko, suami  Bupati Kendal menambahkan bahwa filosofi dari lakon Srikandi Mbangun Kendal adalah figur Srikandi itu mencerminkan pejuang perempuan yang sekarang ini bupatinya perempuan. Harapannya disampaikan, Bu Tika ini suri teladannya seperti Srikandi yang membangun Kendal.

Kita melihat Kendal saja bukan sekup nasional. Potensi Kendal memiliki laut, daratan dan pegunungan dengan hasil perikanan dan pertanian yaitu beras dan pangan harus surplus. Sesuai taqline Berdikari dan Mandiri, Kendal tidak tergantung dengan daerah lain. Kita tidak mendatangkan barang dari luar tetapi justru Kendal bisa menjual ke daerah lain. Saat ini, untuk surplus baru telur, jagung dan tembakau. Harapannya beras akan surplus di Kendal," ujar Murdoko.

Murdoko juga berpesan agar masyarakat ikut mendukung visi, misi dan perjuangan bupati Kendal dalam membangun Kendal lebih maju dan lebih sejahtera.

Sriyanto

Posting Komentar

0 Komentar