Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Dialog Belum Usai, KPLP Pilih Mundur: Massa Demo Jilid II Kecam Sikap Tak Bertanggung Jawab!


Pena Nusantara | Pamekasan – Aksi demo jilid II gabungan LSM Formades dan Rajawali kembali mengguncang gerbang Lapas Kelas IIA Pamekasan. Massa yang datang dengan tuntutan jelas — agar praktik pembiaran penggunaan handphone ilegal dan dugaan peredaran narkoba di dalam lapas segera dihentikan — dibuat geram setelah Faisol, Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), memilih mundur di tengah-tengah dialog yang belum tuntas, Kamis (31/07/25)

Dalam awal aksi, massa menyambut baik kehadiran Faisol yang sempat keluar menemui peserta demo. Namun kekecewaan memuncak ketika Faisol meninggalkan lokasi dialog secara tiba-tiba, tanpa menyelesaikan pembicaraan dengan perwakilan massa.

“Faisol datang, tapi tidak punya nyali untuk mendengarkan hingga tuntas. Ini bukan sikap pejabat yang bertanggung jawab. Kami minta penjelasan, bukan pelarian!” tegas Rosy ‘Kancil’, orator aksi yang terkenal lantang.

Rosy mengecam sikap KPLP Faisol yang dinilai seperti “formalitas belaka” dan tidak tulus merespons tuntutan masyarakat. Menurutnya, pertemuan singkat yang tidak diselesaikan hanyalah bentuk penghindaran secara halus.

“Jangan kira kami tidak tahu caranya pejabat lari dari masalah! Datang sebentar, bicara basa-basi, lalu kabur! Itu bukan penyelesaian. Itu tindakan pengecut!” tambah Rosy dengan nada tinggi di hadapan ratusan massa.

Spanduk bertuliskan:
“KPLP Tak Sanggup Hadapi Rakyat, Layakkah Dipertahankan?”
“Lapas Jadi Ladang Bisnis Gelap, Siapa yang Lindungi?”
“Turunkan KPLP Jika Tak Mampu Bersihkan Dalam!”
berkibar sepanjang aksi berlangsung

Massa mendesak agar Kemenkumham mengevaluasi kinerja KPLP Faisol, yang dinilai tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan dan pengamanan secara maksimal, terutama di tengah dugaan kuat praktik-praktik ilegal yang terjadi di dalam.

Aksi ditutup dengan peringatan keras: jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan konkret dari pimpinan lapas maupun kementerian, massa akan kembali dengan jumlah yang lebih besar.

(Mul)

Posting Komentar

0 Komentar