Pena Nusantara | Kendal -- Kebijakan adanya efesiensi anggaran hingga kini sangat terasakan dalam kehidupan masyarakat dan perekonomian di Indonesia. Dan salah satu dampak kebijakan ini telah menimbulkan adanya inflasi di Jawa Tengah dan khususnya di Kabupaten Kendal.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyebutkan berdasarkan rilis berita resmi Statistik, bahwa inflasi di Jawa Tengah mengalami kenaikan besarnya diangka 2,20 persen. Atau naik sekitor 0, 54 persen pada bulanJuni 2025 yang sebelumnya 1,66 persen.
Lonjakan inflasi di Kabupaten Kendal sangat terasakan di wilayah Kecamatan Singorojo oleh Bupati Kendal bersinergi dengan Polres Kendal, Kodim Kendal dan Bulog Jawa Tengah melakukan pengendalian kenaikan harga bahan pokok dengan operasi pasar di desa Ngareanak Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal pada hari ini, Jumat (18/7/2025).
Operasi pasar ini berupa penjualan bahan pokok dengan harga dibawah harga pasar seperti ; beras, telor, cabe merah, bawang merah minyak goreng, dan gula pasir.
"Untuk beras disediakan 10 ton. Tiap warga bisa beli 10 kg dengan harga Rp 11 ribu/ kilogram," jelas Bupati Kendal.
Memilih Kecamatan Singorojo untuk operasi pasar, kata Bupati Kendal disampaikan karena di wilayah ini termasuk wilayah kenaikan harga tertinggi di Kendal. Hal ini didukung pula oleh pernyataan Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan bahwa Kecamatan Singorojo ini ada sedikit menyumbang inflasi di Kabupaten Kendal yang harus distabilkan.
Sementara itu, Kepala Desa Ngareanak Agung Wijoyo menjelaskan terkait mekanisme kegiatan pasar pangan murah yaitu warga per KK (suami-isteri) bisa membeli satu paket senilai Rp 50 ribu. "Target penjualan bisa memenuhi 1000 orang dari warga desa Ngareanak," imbuhnya.
Sriyanto
0 Komentar