Pena Nusantara | Kendal -- Koperasi Merah Putih menjadi salah satu program Presiden Prabowo Subianto dalam upaya membangun ekonomi desa yang kuat dan mandiri dengan memanfaatkan potensi desa yang ada untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya koperasi. Dan Koperasi Merah Putih dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Bagaimana kesiapan setiap desa di Indonesia dalam membangun Koperasi Merah Putih ini oleh Kementerian Dalam Negeri diwakili Wakil Menteri Bima Arya Sugiarto telah turun ke desa-desa yang dimulai dari berkunjung ke Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal untuk memulai di Provinsi Jawa Tengah.
Pemilihan kunjungan pertama di Desa Margorejo ini oleh Wamen Bima Arya Sugiarto dikatakan karena desa ini dilihat lebih siap dibandingkan dengan desa-desa lainnya di Jawa Tengah, selain sudah diketahui potensinya dari rintisan beberapa usaha ekonomi desa secara mandiri.
Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Desa Margorejo Suyoto dalam sambutannya mengatakan, desanya sudah siap membentuk Koperasi Merah Putih dengan menyiapkan personil yang akan jadi pengurus yang mengelola koperasi. Dan perintisan usaha desa yang sudah ada diantaranya, seperti ; Perikanan embung, Penggilingan padi, Peternakan Sapi dan Kambing, Pamsimas dan Tempat Pengolahan Sampah (TPS).
Kesiapan pendirian Koperasi Merah Putih Desa Margorejo ini telah dibuktikan sendiri oleh Wamen Bima Arya Sugiarto dalam kunjungannya hari ini, Selasa (6/5/2025) di Desa Margorejo telah dilihat potensinya sebagai modal pendirian Koperasi Merah Putih. "Disini unit usaha BUMDes sudah berjalan dan prospektif, seperti ada perikanan, peternakan, lumbung pangan dan pengolahan sampah," katanya.
Model pendirian koperasi Merah Putih disebutkan Bima Arya dalam persiapannya ada tiga, yaitu ; 1. Dari nol, 2. Mengembangkan yang sudah ada dan 3. Menghidupkan yang tidak aktif. Dan Desa Margorejo dikatakan dalam katagori sudah ada, tetapi masih butuh dukungan permodalan dan SDM-nya "Kementerian Dalam Negeri sedang persiapkan mekanisme pencairan permodalan Koperasi Merah Putih per satu koperasi sebesar Rp 5 milliar dan pelatihan pengelolaan koperasi," ungkapnya.
Sementara Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang mendampingi kunjungan Wamen Bima Arya Sugiarto di Desa Margorejo menambahkan, Mamen sudah meninjau desa ini yang sudah lakukan musdes dan potensinya untuk berkolaborasi dengan BUMDes yang sudah ada. "Pengolahan sampahnya menjadi prioritas utama bagi Kabupaten Kendal," tegasnya.
Persiapan pendirian Koperasi Merah Putih di Kabupaten Kendal ini oleh Bupati Kendal dijelaskan, sudah ada 188 desa yang melakukan musdes. Atau dari 266 desa di Kendal masih terdapat 88 desa yang belum siap lakukan musdes pendirian Koperasi Merah Putih.
(Sriyanto)

0 Komentar