Pena Nusantara | Malang – Unit Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bidang Penataan Stadion Kanjuruhan menggelar pembinaan dan penataan terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan stadion, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di area timur kolam renang Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut diikuti ratusan pedagang yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap upaya penataan kawasan.
Pembinaan dipimpin oleh Mukri dan Dian dari Unit Sarpras Bidang Penataan Stadion Kanjuruhan. Dalam forum tersebut, para pedagang diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta ketertiban berjualan demi menciptakan kawasan stadion yang nyaman dan tertata.
Mukri menegaskan bahwa Stadion Kanjuruhan tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga telah berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan destinasi wisata kuliner masyarakat Kabupaten Malang.
“Stadion Kanjuruhan bukan hanya sarana olahraga, tetapi juga menjadi destinasi wisata kuliner bagi masyarakat Kepanjen dan sekitarnya. Karena itu, kebersihan dan ketertiban harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Menurut Mukri, pihak Sarpras mengajak seluruh pedagang untuk memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan area berjualan masing-masing. Setiap pedagang diharapkan membersihkan sampah sebelum meninggalkan lokasi usaha agar kawasan stadion tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Sarpras telah menyiapkan sejumlah fasilitas tempat sampah di beberapa titik strategis kawasan Stadion Kanjuruhan. Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pedagang maupun pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 300 pedagang mengikuti kegiatan pembinaan tersebut. Tingginya partisipasi menunjukkan adanya kesadaran dan dukungan dari para pelaku UMKM terhadap upaya penataan yang dilakukan pengelola stadion.
Sementara itu, pengamat pelayanan publik sekaligus konsultan hukum, Agus Salim Ghozali, SH., MH., menyambut positif langkah pembinaan yang dilakukan pihak Sarpras. Menurutnya, kolaborasi antara pengelola stadion dan para pedagang telah memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kerja sama antara Sarpras dan para pelaku UMKM di Stadion Kanjuruhan sangat positif.
Kawasan ini menjadi ruang ekonomi yang menghadirkan beragam kuliner tradisional, nasional hingga internasional, sehingga mampu menggerakkan perekonomian warga,” kata Agus.
Ia juga mendorong agar pembinaan dan penataan PKL dilakukan secara berkelanjutan, khususnya terkait penerapan tata tertib, kebersihan, dan kerapian lingkungan agar kawasan stadion tidak terkesan kumuh.
Menurut Agus, kawasan wisata kuliner yang bersih dan tertata akan meningkatkan kenyamanan serta rasa aman pengunjung. Ia juga mengingatkan pentingnya budaya pelayanan yang mengedepankan prinsip Sapa, Senyum, dan Sopan (3S) sebagai nilai tambah bagi para pedagang dalam melayani konsumen.
Lebih lanjut, Agus menilai Stadion Kanjuruhan merupakan ikon kebanggaan masyarakat Malang yang harus dijaga bersama. Penataan yang baik serta penyediaan fasilitas pendukung bagi pedagang dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga citra stadion sebagai pusat olahraga sekaligus ruang publik yang produktif.
Terkait retribusi pedagang, Agus menegaskan bahwa mekanisme tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Malang. Ia berharap pengelolaan kawasan tetap dijalankan secara profesional dan transparan, sehingga tidak menimbulkan praktik-praktik yang merugikan para pedagang.
Melalui pembinaan ini, Sarpras Stadion Kanjuruhan berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pengelola dan pedagang dalam mewujudkan kawasan stadion yang bersih, tertib, nyaman, serta mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Malang.
(Dwi)

0 Komentar