Pena Nusantara | Kubu Raya Kalbar – Warga di Jalan Ampera Raya, Komplek Ampera Raya Residence RT 004 RW 006, Desa Ampera Raya, melayangkan protes keras terhadap buruknya layanan air bersih dari PDAM Kubu Raya. Meski jaringan telah dipasang sejak Desember 2024, hingga kini distribusi air dinilai jauh dari harapan,Selasa (28/04/26)
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa alasan yang kerap disampaikan pihak PDAM adalah tekanan air yang tidak kuat. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan persoalan yang lebih serius. Air disebut mengalir tidak merata, bahkan sebagian rumah tidak mendapatkan pasokan sama sekali hingga berbulan-bulan.
“Air di tempat kami hanya ada selama dua jam. Dunia sudah maju, tapi kami belum bisa menikmati air bersih di bumi kami,” ujar Mustari, salah satu warga setempat.
Ironisnya, di tengah keterbatasan layanan tersebut, warga tetap diwajibkan membayar tagihan secara penuh dan tepat waktu. Hal ini memicu kekecewaan mendalam, karena kewajiban tidak sebanding dengan manfaat yang diterima.
Sebagai bentuk protes, warga telah mengirimkan surat resmi kepada PDAM Kubu Raya dengan sejumlah tuntutan, di antaranya:
Minimnya layanan air bersih yang tidak memenuhi standar kebutuhan dasar.
Kewajiban membayar tagihan meski tidak menerima manfaat layanan.
Ancaman pemutusan sepihak yang dinilai tidak adil bagi pelanggan.
Alasan klasik terkait tekanan air serta dalih ekspansi jaringan yang dianggap tidak transparan dan cenderung “fiktif”.
Mendesak adanya tindakan perbaikan segera terhadap distribusi air.
Menuntut kompensasi berupa pemotongan tagihan sebagai bentuk tanggung jawab.
Warga berharap pihak PDAM Kubu Raya segera turun tangan secara serius untuk menyelesaikan persoalan ini. Mereka menilai akses terhadap air bersih merupakan hak dasar yang tidak boleh diabaikan, terlebih di tengah tuntutan pembayaran yang terus berjalan.
Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, warga tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi lanjutan sebagai bentuk tekanan agar layanan air bersih dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Syaiful/Red

0 Komentar