Pena Nusantara | Kendal -- Kegiatan Jumat Bersih yang menjadi program Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari untuk membangkitkan kembali budaya gotong royong dengan taqline Bersatu Siaga Tampung Aspirasi Warga terus berjalan menginjak bulan kedua di Desa Plantaran Kecamatan Kaliwungu Selatan, pada Jumat (9/5/2025) yang dimulai pagi hari pukul 6.30 wib yang dipusatkan di lokasi Rekreasi Desa Plantaran.
Bupati didampingi Pj. Sekda Agus Dwi Lestari, Forkopimda, Kepala OPD, Asisten dan Staf Ahli dilokasi Jumat Bersih disambut Kepala Desa Plantaran Santoso bersama Perangkat Desa, BPD, RT/RW dan Ibu-ibu PKK yang terlihat menjadi suasana penuh keakraban dan kekeluargaan seakan tidak ada sekat antara bawahan dan atasan.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dalam sambutannya mengatakan manfaat program Jumat Bersih untuk menampung aspirasi dan menggiatkan kembali semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat Kendal, apa yang menjadi masalah dan kendala di pemerintahan desa bisa terselesaikan melalui kegiatan ini.
Terutama dalam melaksanakan program Pemerintah Pusat agar setiap desa untuk mendirikan koperasi desa Merah Putih. "Pak Kepala Desa jangan bingung dan panik mau dirikan Kopdes Merah Putih modal dari mana dan usahanya apa," ujar bupati.
Dijelaskannya, dalam pendirian Koperasi Desa Merah Putih oleh Pemerintah Pusat akan memberikan pinjaman modal sebesar Rp 5 miliar dengan mekanis dan pengembalian tidak akan memberatkan Pemerintah Desa. Adapun bentuk usahanya dikatakan, bisa menggali potensi yang ada dan dikelola secara profesional dan bertanggung jawab karena tetap dalam pengawasan yang ketat dari Pemerintah.
Kepala Dispermasdes Kab Kendal, Yanuar Fatoni melanjutkan kegiatan silaturahmi Jumat Bersih dengan memandu tanya-jawab yang memunculkan problem lingkungan desa Plantaran terkait adanya sungai melintas (kali aji) yang mengalami pendangkalan dan menjadi tempat pembuangan sampah.
Pj Sekda Agus Dwi Lestari yang menjelaskan adanya kesulitan untuk melakukan pembersihan dan normalisasi kali aji dikarenakan terhalang adanya bangunan rumah dan kios disepanjang sepadan sungai. "Untuk mendatangkan alat berat dan bisa merapat ke sungai, kepala desa saya minta untuk menertibkan bangunan-bangunan yang berdiri di sepadan sungai," pintanya.
Sementara aspirasi warga yang menginginkan adanya sumber air bersih dengan pengeboran tanah tidak bisa diijinkan karena menjadi wilayah konservasi. Demikian pula terhadap keinginan adanya junjangan operasional RT/RW dijawab Yanuar Fatoni disampaikan belum ada regulasi Pemda yang mengaturnya. Yanuar menyarankan melalui Dana Desa untuk mengcover tunjangan operasional RT/RW di Kabupaten Kendal.
Kepala Desa Plantaran, Santoso sebagai tuan rumah kegiatan ini menyampaikan ucapan terima kasih dan mengapresiasi kerawuhan bupati bersama Forkopimdan dan OPD dengan program Jumat Bersih benar-benar dapat menyentuh warga untuk membangkitkan semangat bergotong royong membangun desa dan membangun lingkungan dimana warga berada.
(Sriyanto)

0 Komentar